Melki Luncurkan NTT Mart, Sekolah Didorong Produksi dan Ciptakan Lapangan Kerja

oleh -27 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma meresmikan NTT Mart di SMK Negeri 3 Kupang, Rabu (11/3/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah provinsi dalam mendorong kemandirian sekolah melalui gerakan One School, One Product (OSOP) yang menekankan inovasi, kreativitas, dan kewirausahaan siswa.

Peresmian yang berlangsung di Aula Hotel Timor, kompleks SMKN 3 Kupang tersebut menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi NTT untuk memperkuat tata kelola pendidikan yang mandiri dan berdaya saing.

Gubernur Melkiades Laka Lena menegaskan, institusi pendidikan harus mulai bertransformasi menjadi pusat inovasi, tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga membangun karakter kewirausahaan di kalangan siswa.

“Potensi yang dimiliki setiap daerah di NTT harus dapat dioptimalkan oleh sekolah. Kita ingin sekolah tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja,” ujar Melki dalam sambutannya.

Menurutnya, program One School, One Product (OSOP) merupakan upaya pemerintah mendorong kreativitas dan inovasi siswa sekaligus mengoptimalkan potensi daerah.
Melalui program tersebut, setiap sekolah diharapkan mampu menghasilkan produk unggulan berbasis potensi lokal, mulai dari proses produksi, pengemasan hingga pemasaran.

“Melalui kebijakan OSOP, sekolah harus mampu menciptakan nilai tambah dari potensi daerah yang dimiliki,” tegasnya.

Melki juga menekankan bahwa transformasi pendidikan menuju pusat inovasi sangat penting agar sekolah dapat melahirkan generasi yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing.
Selain itu, implementasi program OSOP juga diharapkan dapat meningkatkan kontribusi sektor pendidikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Melki turut meresmikan Ruang Praktik Siswa (RPS) Kuliner dan Ruang Praktik Siswa (RPS) Laundry di SMKN 3 Kupang.

Ruang praktik tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan produk dan layanan berbasis kebutuhan pasar.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma mengatakan, program OSOP merupakan ruang strategis untuk membangun kemandirian serta memacu kreativitas dan inovasi siswa.

“Program ini menjadi ruang untuk merangsang motivasi, membangkitkan inovasi, dan mendorong kreativitas siswa agar mampu menghasilkan produk-produk unggulan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya bimbingan dan pendampingan yang berkelanjutan agar kreativitas siswa terus berkembang dan mampu menghasilkan karya yang berkualitas.

“Awalnya pasti ada tantangan, hambatan, dan kelemahan. Tetapi kita harus tetap berkomitmen untuk terus bergerak maju demi mencapai tujuan yang kita impikan,” tegas Asadoma. (roy)