Lembata Raih Penghargaan Eliminasi Frambusia dari Kementerian Kesehatan

oleh -424 Dilihat

Bupati Lembata menerima penghargaan Eliminasi Frambusia di Jakarta.

JAKARTA, mediantt.com – Kabar gembira bagi rakyat Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Karena dinilai sukses dan komit dalam memberantas penyakit menular, Lembata berhasil meraih Sertifikat Bebas Frambusia dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD, Ph.D dalam acara seremonial di Jakarta, Rabu (20/8), yang menandai pengakuan atas upaya keras dan komitmen daerah dalam memberantas penyakit menular tersebut.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menerima langsung sertifikat bergengsi ini. Penghargaan ini diterima Pemda Lembata bersama 89 Kabupaten/Kota se-Indonesia.

Dalam acara tersebut, Bupati Kanisius Tuaq juga mendapatkan kehormatan untuk membacakan Komitmen Bebas Frambusia, sebuah deklarasi yang menegaskan tekad seluruh elemen masyarakat Lembata untuk menjaga daerah tetap bebas dari penyakit frambusia di masa depan.

“Penghargaan ini adalah bukti nyata kerja keras seluruh jajaran kesehatan, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif masyarakat Lembata,” ujar Bupati Kanisius Tuaq usai menerima sertifikat.

Dia menegaskan, “Kami tidak akan berhenti di sini. Komitmen kami adalah menjaga Lembata tetap sehat dan bebas dari berbagai penyakit menular lainnya”.

Acara penyerahan sertifikat ini juga menjadi momentum penting bagi Kementerian Kesehatan untuk memberikan penghargaan kepada daerah-daerah lain yang telah berhasil mencapai eliminasi terhadap berbagai penyakit menular.

Selain Kabupaten Lembata, beberapa daerah lain juga menerima Sertifikat Eliminasi Kusta dan Sertifikat Eliminasi Filariasis. Tercatat 89 Kabupaten/Kota mendapatkan penghargaan eliminasi penyakit menular dari Kementerian Kesehatan RI, termasuk Kabupaten Flores Timur.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata, dr. Goerillya A. Huar Noning, yang turut mendampingi Bupati, menambahkan, keberhasilan ini adalah hasil dari program-program kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, melakukan surveilans secara rutin, serta memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” jelas dr. Geril.

Frambusia sendiri adalah penyakit infeksi tropis kronis yang menyerang kulit, tulang, dan sendi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum pertenue dan umumnya menyerang anak-anak di daerah dengan sanitasi yang buruk.

Upaya eliminasi frambusia di Kabupaten Lembata telah dilakukan melalui berbagai program, termasuk pemberian antibiotik massal, peningkatan sanitasi lingkungan, dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Dengan diraihnya Sertifikat Bebas Frambusia ini, Kabupaten Lembata semakin memantapkan posisinya sebagai daerah yang peduli terhadap kesehatan masyarakat.

Pemerintah daerah berharap, prestasi ini dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mencapai eliminasi terhadap penyakit-penyakit menular lainnya. (prokompim lembata)