Konklaf Dimulai Hari Ini! Jadi Pemilihan Paus Paling Beragam dalam Sejarah

oleh -731 Dilihat

VATIKAN – Konflaf untuk memilih paus berikutnya di tahun 2025 ini diperkirakan akan menjadi konklaf bersejarah dari sisi keberagaman geografis. Konklaf kali ini dihadiri oleh para kardinal dari berbagai negara dari seluruh dunia, yang datang ke Vatikan untuk memilih pemimpin baru dari 1,4 miliar umat Gereja Katolik.

Saat ini ada 135 kardinal yang berusia di bawah 80 tahun dan memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam konklaf. Konklaf saat ini diikuti oleh kardinal yang berasal dari 71 negara berbeda, dan merupakan konklaf yang paling beragam secara geografis, yang pernah tercatat dalam sejarah.

Seperti dikutip dari The Associated Press, dua orang kardinal telah secara resmi memberi kabar kepada Takhta Suci bahwa mereka tidak dapat hadir karena alasan kesehatan, sehingga jumlah pemilih yang akan memasuki Kapel Sistina menjadi turun, dan hanya diikuti 133 kardinal.

Mayoritas dua pertiga suara diperlukan agar seorang kardinal terpilih menjadi paus. Dengan jumlah elektor tetap sebanyak 133 kardinal, maka sang pemenang harus memperoleh sedikitnya 89 suara.

Tidak ada aturan bahwa para kardinal yang memilih paus baru akan memberikan suara dengan cara tertentu sesuai dengan kewarganegaraan atau wilayah mereka. Namun, dengan memahami susunan mereka secara geografis, dapat membantu menjelaskan beberapa prioritas mereka saat mereka membuka konklaf pada hari Rabu ini.

Misalkan seorang kardinal yang mengepalai kantor liturgi Vatikan mungkin memiliki serangkaian perhatian yang sangat berbeda dari uskup agung yang berasal dari Ulan Bator, Mongolia. Seorang kardinal yang memimpin keuskupan agung besar di Eropa, mungkin akan memiliki prioritas yang berbeda dengan duta besar Vatikan yang melayani Suriah yang tengah dilanda perang. Sedangkan uskup agung Managua di Nikaragua, tentu memiliki pandangan tersendiri yang tidak terlepas dari latar belakang gerejanya yang dikepung oleh pemerintah setempat.

Sementara itu, negara-negara dengan elektor terbanyak adalah: Italia (17 kardinal), Amerika Serikat (10 kardinal), Brasil (7 kardinal), Prancis dan Spanyol (5 kardinal), Argentina, Kanada, India, Polandia, dan Portugal (4 kardinal).

Berikut adalah rincian regional dari 135 kardinal yang memiliki hak pilih, menurut statistik Vatikan dan mengikuti pengelompokan geografis Vatikan.

Eropa

Benua ini secara total mengirim 53 kardinal untuk menghadiri konklaf. Salah satu elektor yang mengatakan bahwa ia tidak akan menghadiri konklaf berasal dari Spanyol, jadi jumlah sebenarnya dari kardinal Eropa diperkirakan adalah 52.

Asia

Benua Asia digabungkan dengan Timur Tengah mengirimkan 23 kardinal untuk mengikuti konklaf.

Afrika

Secara total, benua Afrika mengirimkan 18 kardinal untuk mengikuti konklaf. Namun, salah satu elektor yang berasal dari Kenya mengatakan bahwa ia tidak dapat menghadiri konklaf. Jadi jumlah sebenarnya dari kardinal Afrika akan hadir diperkirakan adalah 17 orang.

Amerika Selatan

Mendiang Paus Fransiskus merupakan kardinal yang berasal dari Amerika Selatan. Kini, wilayah Amerika Selatan mengirimkan 17 kardinal untuk berpartisipasi dalam konklaf.

Amerika Utara

Wilayah Amerika Utara memiliki 16 kardinal, di mana 10 di antaranya adalah warga Amerika, empat orang kardinal merupakan warga Kanada, dan dua kardinal berasal dari Meksiko.

Amerika Tengah

Negara-negara Amerika tengah akan mengirikan empat kardinal untuk mengikuti konklaf.

Oseania

Dari wilayah Oseania, terdapat empat kardinal, masing-masing berasal dari Australia, Selandia Baru, Papua Nugini, dan Tonga. (*/jdz)