WATANLOLO, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata tengah berada di zona penting dalam upaya mendorong ekonomi lokal melalui sektor perkebunan.
Demplot pengembangan pohon induk jambu mente di Watanlolo kini menjadi fokus penjajakan investor luar negeri yang ingin menilai potensi wilayah ini secara lebih komprehensif.
Program pengembangan jambu mente ini dikelola oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata, dengan dukungan APBD II Tahun 2025.
Sebanyak 200 pohon induk telah ditanam sejak 17 Desember 2025, menggunakan benih unggul dari PT Tigate Trees Waibao, Flores Timur.
Tujuannya tidak sekadar meningkatkan produktivitas, tetapi juga menyediakan bibit berkualitas tinggi bagi petani lokal.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, pada 14 April 2026, melakukan pemantauan langsung bersama perwakilan dari Dinas Perikanan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Kehadiran tim PT Tigate Trees Indonesia, termasuk jajaran pimpinan tertinggi perusahaan, menandai kunjungan kedua investor asal Hongkong ke Lembata.
“Pemerintah daerah dan masyarakat Lembata menyambut baik kehadiran pihak perusahaan. Kami berharap langkah ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Kanis.
Hasil monitoring menunjukkan pertumbuhan pohon jambu mente berjalan baik. Struktur tanah di Watanlolo sangat mendukung, dan tim teknis tidak menemukan serangan hama maupun penyakit. Pemangkasan cabang air dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman.
Board of Directors PT Tigate Trees Indonesia, Isara Ai, menegaskan komitmen perusahaan untuk melakukan survei lanjutan secara menyeluruh. Data yang dikumpulkan akan menjadi dasar pengambilan keputusan investasi yang tepat dan terukur.
“Semua rencana akan dibahas secara menyeluruh pada tahap selanjutnya,” ujar Isara Ai melalui penerjemah.
Langkah pemerintah daerah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Jika investasi berjalan sesuai rencana, Lembata dapat menjadi model pengembangan perkebunan yang menghubungkan inovasi teknologi, sumber daya lokal, dan peluang pasar global.
Namun, sejumlah pengamat menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan terkait dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari investasi asing.
Menurut mereka, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan pohon, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat lokal memanfaatkan peluang yang muncul.
Dengan kombinasi pohon induk, data lapangan, dan komitmen investor, Lembata tampak siap membuka babak baru dalam pengembangan komoditas unggulan daerah.
Namun, jalan menuju manfaat nyata bagi masyarakat masih membutuhkan langkah-langkah konkret dan pengawasan intensif dari pemerintah daerah. (Lakonawa/Prokompimkablembata)
