HIPMI NTT Gandeng BRI Bangun Sentra Kuliner Ikan, Gubernur Minta Hadirkan Program Yang Berdampak

oleh -27 Dilihat

Ketua HIPMI NTT, Heru Dupe, menyerahkan kenang-kenangan kepada Karo Ekonomi Selvy Nange.

KUPANG, mediantt.com – Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) menegaskan komitmennya, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melalui pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Diklatda, dan Forum Bisnis Daerah (Forbisda), yang digelar pada 1 – 2 Mei 2026.

Ketua Umum BPD HIPMI NTT, Restu Herdani Baptista Dupe mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan komitmen pengusaha muda dalam membangun sektor ekonomi di NTT.

“Hari ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi titik konsolidasi dan bentuk komitmen pengusaha muda untuk membangun ekonomi NTT,” katanya, saat sambutan pembukaan Rakerda, Diklatda, dan Forbisnis di Hotel Harper Kupang, Jumat (1/5/2026).

Restu mengungkapkan, dalam beberapa waktu terakhir, HIPMI NTT telah menjalin komunikasi yang intensif dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

“Hasilnya, BRI memberikan dukungan penuh terhadap program pengembangan usaha, termasuk rencana pembangunan Sentra Kuliner Ikan Nae di Pante, di kawasan pesisir Oeba, yang akan segera dibangun bersama Pemerintah Provinsi NTT,” jelas Restu.

Selain itu, dalam sesi pertama Rakerda, HIPMI NTT juga menghadirkan Bank NTT sebagai narasumber, seiring dengan penunjukan bank tersebut sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Restu menjelaskan, dalam satu bulan terakhir, HIPMI NTT tercatat telah melaksanakan dua kegiatan besar, termasuk kolaborasi dengan komunitas Muatay dan Dapur Flobamorata.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, serta peluncuran program HIPMI Culinary Volume 1 sebagai langkah awal pengembangan sektor kuliner.

“HIPMI dibangun oleh anak-anak muda yang mampu menjemput peluang dengan tangan mereka sendiri. Melalui Rakerda, Diklatda, dan Forbisda, kami membuka jejaring investasi dan kemitraan strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Restu.

Ia juga menegaskan, HIPMI NTT tidak boleh hanya besar dalam nama, tetapi harus nyata dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat. Restu turut mendorong generasi muda untuk berani memulai usaha dan tidak takut menghadapi kegagalan.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Saktico Masneno, menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh sekitar 150 peserta yang terdiri dari pengurus BPP, BPD, BPC, serta unsur Forkopimda.

Menurutnya, fokus kegiatan mencakup penguatan dan pengembangan organisasi, penyusunan rencana kerja, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan sinergi antara pemerintah dan mitra pembangunan daerah.

“HIPMI ini adalah wadah bagi pengusaha muda yang tangguh. Kami mengajak seluruh kader HIPMI untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat solidaritas,” ujarnya.

Ia berharap, kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menjadikan HIPMI NTT sebagai organisasi yang semakin solid, progresif, dan berdaya saing, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Hadirkan Program Berdampak

Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena yang diwakili Kepala Biro Ekonomi, Selvy Nange, mengatakan,
Pemerintah Provinsi NTT mendorong HIPMI untuk menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia usaha.

Dalam sambutannya, Selvy Nange menjelaskan, HIPMI memiliki peran penting sebagai wadah lahirnya pengusaha-pengusaha muda yang tangguh dan kreatif.

“HIPMI harus mampu memperkuat konsolidasi, tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga menghadirkan program yang memberikan dampak nyata bagi dunia usaha dan masyarakat,” ujar Selvy.

Ia menambahkan, pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda), serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda) menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mempererat kebersamaan antar kader pengusaha muda serta membangun semangat kolaborasi dalam menghadapi tantangan dunia usaha saat ini.

Pemprov NTT, lanjut Selvy, terus berkomitmen menciptakan iklim investasi dan dunia usaha yang kondusif, dengan mengoptimalkan berbagai potensi daerah, guna meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPD HIPMI NTT atas terselenggaranya kegiatan penting ini. Kiranya dapat menghasilkan karya nyata bagi perekonomian daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Bidang V BPP HIPMI, Anthony Leong, yang hadir dan membuka kegiatan itu menegaskan, HIPMI harus menjadi alat perjuangan bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

“HIPMI harus menjadi mesin ekonomi di daerah. Kita harus bersama-sama mendorong pengusaha muda untuk berkembang menjadi besar,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar HIPMI tidak hanya dikenal sebagai organisasi besar secara nama, tetapi juga kuat secara internal.

“Jangan sampai HIPMI besar di luar, tetapi rapuh di dalam. Kita harus memastikan HIPMI benar-benar bermanfaat bagi seluruh pengurus di daerah,” tandasnya. (ab/jdz)