Gubernur Melki Minta Siswa Jadikan Tokoh Pendidikan IH Doko Inspirasi untuk Berprestasi

oleh -336 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengatakan, sudah saatnya setiap daerah harus mampu kreatif dalam mengelola potensi sumber dayanya. Karena itu, ke depan sekolah harus menyiapkan siswa-siswi untuk menggali potensi-potensi daerah dengan baik. Dan, ini akan menjadi komitmen Pemprov NTT agar anak mengenali, mencintai dan mengembangkan potensi daerah.

Demikian disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tingkat Provinsi NTT Tahun 2025 di Alun-alun I. H. Doko Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Jumat (2/5/2025).

“Kita punya salah seorang tokoh pahlawan nasional dari NTT yaitu I.H. Doko yang pernah dipercayakan memimpin sektor pendidikan di negeri ini, dimana patungnya bisa kita lihat saat ini (di Kantor Dinas P dan K Provinsi NTT). Hari ini saya mengenakan pakaian adat dari Kabupaten Sabu Raijua sebagai simbol penghargaan bahwa kita punya Tokoh Pahlawan Nasional, Tokoh Pendidikan, I.H. Doko sebagai inspirasi untuk terus berprestasi.

Turut hadir pada Upacara Hardiknas yang bertema : Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu dan sub tema : Dengan Semangat Hardiknas Kita Wujudkan Pendidikan Berkualitas Yang Merata, Partisipatif dan Tepat Sasaran (Cerdas) tersebut, diantaranya, Pimpinan Perangkat Daerah Provinsi NTT, Kepala LLDIKTI Wilayah XV, Pimpinan Satker Mendikdasmen yang ada di Provinsi NTT, Pimpinan Perguruan Tinggi se – Provinsi NTT, Para Kepala Sekolah dan Guru serta Siswa/Siswi Tingkat SMA/SMK, SLB, SMP, SD se-NTT.

Sebelumnya, Gubernur Melki juga membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti yang bertemakan “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”.

“Pada hakikatnya pendidikan adalah proses membangun kepribadian yang utama, akhlak mulia, dan peradaban bangsa. Secara individual, pendidikan adalah proses menumbuhkan kembangkan fitrah manusia sebagai makhluk pendidikan (homo educandum) yang dengannya manusia menguasai ilmu pengetahuan, memiliki keterampilan, dan berbagai kecerdasan yang memungkinkan mereka meraih kesejahteraan dan kebahagiaan material dan spiritual. Dalam konteks kebangsaan, pendidikan adalah sarana mobilitas sosial-politik yang secara vertikal mengangkat harkat dan martabat bangsa,” jelasnya.

Karena itu, sangat tepat ketika Presiden Prabowo menempatkan pendidikan sebagai prioritas. Sebagaimana disebutkan dalam Asta Cita keempat, Presiden Prabowo berkomitmen membangun sumber daya manusia yang kuat sebagai aktor dan agen perubahan yang mengantarkan Indonesia menjadi bangsa dan negara yang adil dan makmur.

“Melalui pendidikan, Presiden Prabowo berkomitmen memutus mata rantai kemiskinan. Presiden bertekad memajukan pendidikan melalui revitalisasi sarana prasarana pendidikan, pembelajaran digital, dan peningkatan kualitas, kualifikasi, dan kinerja guru melalui pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan. Dengan cara demikian, guru diharapkan dapat menjadi agen pembelajaran dan agen peradaban, tidak hanya menjadi fasilitator pembelajaran tetapi juga mentor dan konselor para murid. Guru adalah orang tua yang senantiasa berada di sisi para murid dalam suka dan duka serta memandu para muridnya mencapai cita-cita luhur,” jelas dia

Gubernur Melki menambahkan, diperlukan kerja sama semua pihak baik pemerintah, orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan media massa untuk mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat dan kuat.

“Sejak Oktober 2024, Mendikdasmen telah melakukan langkah-langkah nyata membangun layanan pendidikan yang bermutu. Secara manajerial, Mendikdasmen memperbaiki tata kelola, pembinaan, dan kinerja guru. Secara kurikuler, akan diterapkan Pembelajaran Mendalam (deep learning), pemberlakuan Test Kemampuan Akademik (TKA), serta pembelajaran Koding, dan Kecerdasan Artifisial (AI). Secara pedagogis, dalam rangka membentuk karakter, Kementerian membuat kebijakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi bangun pagi, beribadah, berolah raga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat, program Pagi Ceria yang meliputi Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Pendidikan karakter pada tingkat pendidikan Taman Kanak-kanak diluncurkan Album Kicau yang berisi lagu dan anak-anak,” papar Gubernur Melki.

SMA Unggulan Garuda di TTS

Saat itu juga dilaksanakan Penyerahan Sertifikat Tanah pembangunan SMA Unggulan Garuda di Kabupaten TTS oleh Gubernur Melki kepada Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi yang diwakili oleh Direkur Bina Talenta Dirjen Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi, Adi Nuryanto.

Gubernur Melki usai penyerahan sertifikat tersebut mengungkapkan, melalui acara serah terima ini, proses pembangunan SMA Unggulan Garuda yang disiapkan Kemerenstekdikti sudah bisa dimulai. “Terima kasih kepada Presiden Prabowo yang sudah memberikan program ini kepada NTT, setelah ini proses pembangunan akan dibantu semaksimal mungkin oleh Pemprov NTT dan Pemkab TTS agar sekolah ini segera beroperasi guna mendukung anak-anak kita untuk masuk ke kampus terbaik di dunia,” tegasnya.

Sementara, Direkur Bina Talenta Dirjen Sains dan Teknologi, Adi Nuryanto mengharapkan kegiatan ini akan menandai tonggak baru peningkatan pendidikan di NTT.

“Terima kasih segala upaya yang telah dilakukan hingga hari ini kita dapat menerima sertifikat lahan pembangunan SMA Unggulan Garuda oleh Pemkab TTS dan Pemprov NTT, ini menjadi tonggak baru dibangunnya gedung sekolah unggulan di Kota Soe, TTS,” ucap Adi.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe di kesempatan yang sama menyatakan, Pemda TTS berbahagia dengan dipercayakannya TTS sebagai lokasi pembangunan SMA Unggulan Garuda. “Kami atas nama masyarakat TTS menyampaikan terima kasih kepada Presiden, Gubernur dan Wakil Gubernur NTT serta Mendikdasmen yang diwakili Direkur Bina Talenta Dirjen Sains dan Teknologi atas pembangunan sekolah ini,” ujar Bupati Eduard.

Turut pula dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama atau MoU dibidang pendidikan antara Gubernur NTT dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dengan Ketua Yayasan Imanuel. (fara/jdz)