Gubernur Melki: ASN Tak Bisa Lagi Sekadar Absen, Harus Profesional dan Berbasis Kinerja

oleh -94 Dilihat

Gubernur Melki Laka Lena saat membuka Latsar CPNS 2026.

KUPANG, mediantt.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai mendorong perubahan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan menekankan pelayanan publik berbasis kepuasan masyarakat, profesionalisme, dan kompetensi kerja.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan ASN tidak lagi bisa bekerja dengan pola birokrasi lama yang hanya berorientasi pada absensi dan rutinitas administratif.

Penegasan itu disampaikan Melki saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang X tahap distance learning dan Gelombang V tahap klasikal lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT Tahun 2026 di Aula Flobamorata Kantor BPSDMD Provinsi NTT, Jalan Fetor Funay, Kupang, Senin (18/5/2026).

“Latsar adalah gerbang pembentukan jati diri ASN yang profesional, beretika, adaptif, dan inovatif. ASN tidak lagi bekerja sekadar datang, absen pagi sampai sore lalu pulang. Pola kerja seperti itu sudah ditinggalkan,” kata Melki.

Menurut dia, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN menempatkan aparatur negara sebagai profesi yang menuntut kompetensi, integritas, dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, para CPNS diminta memahami tiga fungsi utama ASN, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, dan perekat persatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

“Yang menjadi panduan ASN itu regulasi, bukan kepentingan orang per orang. ASN juga harus menjadi pelayan publik yang mengedepankan kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Melki mengatakan pemerintah daerah mulai mendorong evaluasi pelayanan publik secara langsung di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Setiap instansi diminta membuka ruang penilaian masyarakat terhadap kualitas pelayanan.

“Saya minta di setiap OPD diperbanyak kotak saran atau mekanisme penilaian pelayanan. Setelah masyarakat selesai berurusan, mereka harus bisa menyampaikan komentar supaya kita bisa mengoreksi diri,” katanya.

Evaluasi pelayanan, lanjut Melki, harus menyentuh sektor dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Pemerintah ingin memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat pelayanan pemerintah.

“Di sekolah harus dicek apakah guru dan orang tua murid puas dengan pelayanan pendidikan. Di rumah sakit dan puskesmas juga begitu. Minimal hadirkan senyum, sapa, dan pelayanan yang ramah,” ujarnya.

Melki juga menyoroti perubahan sistem birokrasi nasional yang menurutnya akan semakin kompetitif dan berbasis kinerja seperti sektor swasta.

“Ke depan ASN bekerja berbasis profesionalisme dan kinerja. Yang hanya bekerja rutinitas tanpa kualitas tidak akan berkembang,” katanya.

Ia meminta peserta Latsar menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing dan tidak takut menghadirkan inovasi baru.

“Hanya orang yang membawa ide baru dan perubahan yang akan dilihat sebagai pemimpin masa depan. Jangan hanya menjadi pengikut arus,” tegasnya.

Selain pelayanan publik, Melki juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk skema corporate university.

“Jangan pernah puas dengan kemampuan saat ini. Setiap waktu selalu ada perubahan dan ASN harus siap meningkatkan kapasitasnya,” ujarnya.

Dalam arahannya, Melki turut mengingatkan ASN agar menjaga persatuan dan tidak terlibat dalam tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat.

“ASN harus menjadi perekat bangsa. Jangan ada ASN yang membuat provokasi yang tidak perlu. Kalau tidak menjaga NKRI tentu ada konsekuensi,” tegasnya.

Melki juga mengaitkan peran ASN dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui program “Ayo Beli NTT” dan pengembangan produk UMKM desa lewat program One Village One Product.

“Kita ingin produk-produk UMKM desa dijual secara terhormat dan punya nilai tambah. ASN harus ikut mendukung kebangkitan ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala BPSDMD Provinsi NTT, Flafianus Dua, menjelaskan Latsar CPNS 2026 dirancang untuk membentuk karakter ASN profesional yang mampu memenuhi standar kompetensi jabatan sebagai pelayan masyarakat.

Pelatihan berlangsung selama 65 hari kerja atau setara 599 jam pembelajaran, meliputi pelatihan mandiri, distance learning, aktualisasi di tempat kerja, dan pembelajaran klasikal.

“Pelatihan ini difokuskan pada pembentukan karakter ASN profesional sesuai bidang tugas dan fungsi pelayanan publik,” kata Flafianus.

Ia menyebut jumlah peserta Latsar CPNS tahun 2026 mencapai 1.720 orang. Sebanyak 160 peserta dari lingkup Pemprov NTT mengikuti pembelajaran klasikal, sementara 970 peserta mengikuti secara virtual. Sisanya berasal dari pemerintah kabupaten/kota di NTT dan akan mengikuti tahapan berikutnya.

Menurut Flafianus, evaluasi peserta dilakukan melalui penilaian sikap dan perilaku, akademik, rancangan aktualisasi, pelaksanaan aktualisasi, serta penguatan kompetensi bidang tugas.

Ia menambahkan, salah satu agenda Latsar tahun ini adalah kunjungan peserta ke sentra UMKM untuk mendukung program “Ayo Beli NTT”. Sebanyak 1.760 peserta telah mengikuti kunjungan tersebut sebagai bagian dari penguatan keterlibatan ASN dalam mendukung ekonomi lokal. (*/jdz)