Gubernur Borong Produk Siswa di NTT Mart Kefa, Dorong Siswa Jadi Produsen, Bukan Konsumen

oleh -75 Dilihat

KEFAMENANU – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menunjukkan dukungan nyata terhadap kreativitas siswa dengan memborong berbagai produk unggulan SMKN 1 Kefamenanu saat meresmikan NTT Mart by OSOP, Senin (30/3/2026). Aksi ini menjadi simbol dorongan kuat pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis inovasi generasi muda.
Isi Berita:

Produk yang dibeli antara lain mesin pencacah pakan ternak senilai Rp3,5 juta, alat jemur pakaian Rp600 ribu, alat tenun Rp1,25 juta, serta kompor berbahan oli bekas seharga Rp500 ribu.

Selain itu, Gubernur juga membeli berbagai produk makanan, minuman, dan tenun dengan total belanja mencapai Rp10,8 juta.
Langkah ini menjadi wujud nyata dukungan pemerintah terhadap inovasi siswa, sekaligus strategi mendorong demokrasi ekonomi di NTT.

“Tidak ada perubahan di suatu daerah atau bangsa kecuali dia sendiri yang mengubah nasibnya. Spirit gotong royong Bung Karno harus menjadi dasar pembangunan kita. Demokrasi politik sudah berjalan, kini saatnya demokrasi ekonomi agar rakyat menikmati hasil produksinya sendiri,” ujar Gubernur Melki.

Ia menegaskan pentingnya menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan generasi muda. Setiap sekolah didorong memiliki minimal satu produk unggulan yang dapat dipasarkan melalui NTT Mart maupun platform digital.

Program ini diharapkan mampu membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi kerakyatan, serta mengurangi ketergantungan terhadap produk dari luar daerah.

“Ini momentum untuk menggeser paradigma NTT dari konsumen menjadi produsen. Anak-anak muda harus belajar berwirausaha dan mempraktikkannya langsung di sekolah,” tegasnya.

NTT Mart tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan, tetapi juga menjadi sarana edukasi kewirausahaan bagi siswa, guru, dan kepala sekolah. Melalui praktik langsung, siswa dilatih mengelola bisnis, menjaga kualitas produk, hingga memasarkan hasil karya mereka.

Program ini juga mendorong kolaborasi antara sekolah, dunia industri, dan perbankan dalam mendukung permodalan usaha siswa.

Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamillus Elu, menegaskan bahwa SMK harus mampu melahirkan lulusan yang siap kerja, bukan sekadar pencari kerja.

“SMK dipersiapkan untuk bekerja, bukan sekadar melanjutkan kuliah. Profesi utama siswa harus jelas, sementara yang lain bisa menjadi sampingan. NTT Mart ini adalah laboratorium kewirausahaan yang nyata,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menekankan pentingnya keberlanjutan program.

“Yang lebih penting dari peresmian hari ini adalah memastikan NTT Mart terus berjalan. Setiap orang yang mencari produk SMA, SMK, atau SLB harus tahu bahwa pusatnya ada di SMKN 1 Kefamenanu. Ini laboratorium nyata kewirausahaan,” katanya.

Ia menambahkan, NTT Mart bukan sekadar toko fisik, melainkan pusat pembelajaran bisnis yang melibatkan pemerintah, industri, dan sektor perbankan.

“Kepercayaan masyarakat harus dijaga agar program ini memberikan dampak jangka panjang bagi ekonomi lokal,” tambahnya.

SMKN 1 Kefamenanu sendiri memiliki delapan konsentrasi keahlian, yakni teknik konstruksi dan perumahan, desain pemodelan dan informasi bangunan, teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, teknik audio-video, teknik instalasi tenaga listrik, teknik komputer dan jaringan, serta desain produksi busana.

Dengan dukungan 87 tenaga pendidik, 13 tenaga kependidikan, dan 1.187 siswa, kehadiran NTT Mart diharapkan menjadi wadah pembelajaran kewirausahaan yang konkret, di mana siswa dapat memahami ekosistem bisnis secara utuh; mulai dari produksi hingga pemasaran.

Peresmian ini menjadi langkah nyata Pemerintah Provinsi NTT dalam menyiapkan generasi muda sebagai pelaku usaha, bukan sekadar pencari kerja.

“Tidak ada daerah yang maju tanpa membuka ruang luas bagi dunia usaha. Anak-anak muda NTT harus siap menjadi pengusaha, bukan hanya PNS,” pungkas Gubernur. (*/jdz)