Gereja dan Pemerintah Duduk Satu Meja, Bupati Lembata Paparkan Strategi Pembangunan Ekonomi Umat

oleh -63 Dilihat

MAUMERE, mediantt.com – Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq memaparkan strategi pembangunan daerah dalam pertemuan para uskup se-Provinsi Gerejawi Ende dan para kepala daerah se-daratan Flores dan Lembata, di Seminari Tinggi Interdiosesan St. Petrus Ritapiret, Nita, Maumere, Kamis (12/3/2026).

Forum tersebut membahas penguatan ekonomi umat, persoalan migrasi tenaga kerja, serta tantangan pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Dalam paparannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan arah pembangunan Lembata bertumpu pada visi ‘Lembata Maju, Lestari dan Berdaya Saing’ melalui penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Pemerintah daerah mendorong program unggulan Nelayan Tani Ternak (NTT) yang mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Salah satu program yang dikembangkan adalah kawasan peternakan terpadu Bukit Hog dan kawasan ruminansia sebagai pusat penggemukan ternak babi, sapi, dan kambing.

Pemerintah daerah menyiapkan sarana pendukung, pembiayaan bibit ternak, serta pendampingan teknis bagi kelompok masyarakat hingga tahap pemasaran.

Selain itu, pemerintah juga mengembangkan usaha ayam pedaging dan produksi garam melalui kemitraan dengan pelaku usaha dan kelompok masyarakat.

Program ini diharapkan memperluas sumber pendapatan warga sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir maupun pedalaman.

Bupati Kanis juga menyoroti persoalan migrasi tenaga kerja dan tantangan pendidikan di Lembata, yang sebagian besar masih bergantung pada sekolah-sekolah yayasan milik gereja.

Karena itu, pemerintah daerah mendorong kolaborasi yang lebih kuat dengan gereja dalam penguatan ekonomi umat, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan sosial di wilayah Lembata. (Lakonawa/Prokompimkablembata)