Dukung Gelaran ETMC 2025, Bank NTT Serahkan Bantuan CSR Rp250 Juta

oleh -180 Dilihat

Penyerahan dana CSR Rp 250 juta dari Bank NTT untuk dukung GETMC 2025 di Ende.

ENDE, mediantt.com – Gelaran sepak bola terbesar di Nusa Tenggara Timur (NTT), Liga 4 Piala Gubernur El Tari Memorial Cup (ETMC) ke-XXXIV, resmi dibuka Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Stadion Marilonga, Ende, Minggu (9/11/2025). Saat itu, Bank NTT menyerahkan dukungan dana tanggung jawab sosial (CSR) senilai Rp250 juta untuk mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut.

Penyerahan dana dilakukan oleh Gubernur Melki Laka Lena bersama Pelaksana Tugas Direktur Utama Bank NTT, Yohanis Landu Praing, kepada Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, dan Ketua Panitia ETMC XXXIV Ende, seusai upacara pembukaan.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki mengajak masyarakat memaknai turnamen sepak bola tersebut tidak hanya sebagai ajang olahraga, melainkan juga ruang kebersamaan dan penggerak ekonomi lokal.

“Sepak bola ini bukan hanya olahraga, tetapi ruang yang bisa mendekatkan kita semua. Melalui turnamen ini, UMKM di Ende bergerak, masyarakat bersatu, dan semangat kebersamaan sebagai orang NTT semakin kuat,” ujarnya.

Melki juga menyinggung nilai historis Kota Ende sebagai tempat Bung Karno menggali Pancasila. Ia menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi ruh utama penyelenggaraan ETMC kali ini.

“Dari lima sila itu, yang paling utama adalah gotong royong. Semangat inilah yang kita sambung untuk membangun NTT bersama. Ayo bangun NTT!” katanya disambut tepuk tangan ribuan penonton.

Gubernur berharap, ETMC dapat melahirkan pemain-pemain muda berbakat dari NTT yang mampu menembus level nasional hingga internasional. Ia mencontohkan beberapa nama seperti Yabes Roni, Viktor Dethan, dan Marselino Ferdinan, pemain muda berdarah NTT yang kini berkarier di luar negeri.

“Kita mulai dari sini. Dari ETMC, kita siapkan generasi pemain hebat untuk masa depan sepak bola NTT dan Indonesia,” ujar Melki.

Selain menekankan prestasi, Melki juga mengingatkan pentingnya sportivitas di kalangan pemain dan penonton. “Mencintai sepak bola berarti mencintai keragaman dan perbedaan. Siap menang, siap kalah. Karena sepak bola bersahabat,” tambahnya. (*/jdz)