Dorong UMKM Naik Kelas, Gubernur NTT Luncurkan NTT Mart Online

oleh -132 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi melaksanakan Soft Launching NTT Mart Online pada Selasa (23/12) pagi di Aula Kantor Dinas PUPR Provinsi NTT. Peluncuran ini menjadi langkah konkret Pemerintah Provinsi NTT dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penyediaan pasar yang layak bagi produk UMKM dan IKM lokal, baik secara fisik maupun digital.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, unsur Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan instansi vertikal, pimpinan BUMN dan BUMD sektor perbankan, Ketua Dekranasda Provinsi NTT Mindriyati Astiningsih, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Adidoyo Prakoso, jajaran Direksi dan Komisaris Bank NTT, pimpinan perbankan, serta para bupati dan wali kota se-NTT yang mengikuti secara daring.

Gubernur Melki menegaskan, NTT Mart bukan sekadar program atau slogan, melainkan wujud kerja nyata pemerintah dalam membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha lokal.

“Kalau selama ini ekonomi kerakyatan sering kita dengar di pidato, hari ini kita kerjakan betul-betul. Produk rakyat NTT kita beri tempat yang layak; fisik ada, digital juga ada,” tegas Gubernur Melki.

Hingga saat ini, sebanyak 11 NTT Mart telah beroperasi di sejumlah kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi NTT menargetkan 22 NTT Mart fisik berdiri di seluruh wilayah NTT sebelum akhir Desember 2025. Kehadiran NTT Mart Online diharapkan menjadi pelengkap gerai fisik, sehingga produk lokal NTT dapat diakses dan dibeli masyarakat dari berbagai daerah.

Menurut Gubernur Melki, di era digital saat ini, UMKM tidak bisa lagi berjalan tanpa memanfaatkan teknologi. “Jangan tunda-tunda. Bangun dulu, jalan dulu, lalu kita benahi sambil berjalan,” ujarnya.

NTT Mart dirancang sebagai rumah bersama produk unggulan lokal NTT, mulai dari makanan dan minuman olahan, tenun dan kerajinan tangan, hingga hasil pertanian, perikanan, dan kelautan. NTT Mart tidak dimaksudkan menjadi pesaing toko kecil atau ritel modern, melainkan mitra usaha dengan segmen pasar yang selama ini belum tergarap optimal.

Untuk memastikan UMKM dan IKM benar-benar naik kelas, Pemerintah Provinsi NTT membangun ekosistem pendukung yang menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha.

Pertama, dari sisi permodalan, pemerintah menghadirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank NTT dan perbankan lainnya guna mengatasi kendala permodalan yang selama ini menghambat pengembangan usaha.

Kedua, pendampingan teknis produksi dan digitalisasi usaha. Pemerintah Provinsi NTT bekerja sama dengan Bank Indonesia, Bank NTT, perbankan Himbara, dan bank swasta dalam menyiapkan tenaga pendamping untuk meningkatkan kualitas produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital UMKM.

Ketiga, peningkatan literasi keuangan. Melalui program ini, pelaku UMKM didorong untuk mampu mengelola keuangan secara sehat, memisahkan keuangan usaha dan rumah tangga, serta mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Keempat, penyediaan pasar dan pembeli. Melalui NTT Mart fisik dan online, pemerintah memastikan produk UMKM memiliki akses pasar yang jelas. Pemerintah juga mendorong keterlibatan ASN untuk berbelanja produk lokal sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, guna menciptakan perputaran ekonomi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT, Zet Sony Libing, menyatakan bahwa NTT Mart merupakan wujud kasih pemerintah kepada rakyat melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

“NTT Mart Online adalah transformasi dari gerai fisik menjadi ekosistem pemasaran digital yang lebih luas, sehingga memudahkan masyarakat membeli produk UMKM NTT secara mudah, aman, dan terpercaya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menegaskan komitmen Bank NTT dalam mendukung pengembangan NTT Mart, terutama pada aspek promosi, sistem pembayaran digital, dan pengembangan fitur belanja.

“Kami ingin membangun ekosistem bisnis yang kuat di NTT. Harapannya, suatu saat Indonesia bisa belajar dari NTT tentang bagaimana membangun ekonomi daerah yang memakmurkan rakyat,” katanya.

Ke depan, setelah seluruh 22 NTT Mart fisik beroperasi, Pemerintah Provinsi NTT juga merencanakan pengembangan NTT Mart di luar daerah, seperti Surabaya, Malang, Bali, dan Sorong, sebagai etalase produk unggulan NTT.

Melalui Soft Launching NTT Mart Online ini, Pemprov NTT berharap NTT Mart menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi rakyat, mendorong hilirisasi produk lokal, memperluas pasar UMKM, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi NTT yang inklusif dan berkelanjutan. (oan/jdz)