Dirut Bank NTT Pastikan Bunga Kredit UMKM dan KUR Tetap Aman

oleh -31 Dilihat

Dirut Bank NTT, Charlie Paulus 

KUPANG, mediantt com – Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,50 persen memunculkan perhatian berbagai kalangan terutama pelaku usaha yang bergantung pada pembiayaan perbankan. Namun Bank NTT memastikan kenaikan suku bunga acuan itu belum memberikan dampak signifikan terhadap kebijakan suku bunga kredit perseroan termasuk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Kepada wartawan, Rabu (10/6/2026), Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menjelaskan, kenaikan BI Rate merupakan salah satu langkah yang ditempuh Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak terus mengalami tekanan.

Ia menjelaskan, BI Rate memang menjadi salah satu instrumen penting dalam kebijakan moneter. Namun, kondisi nilai tukar dan perekonomian nasional juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, termasuk kepercayaan pasar terhadap pemerintah dan arah kebijakan ekonomi secara keseluruhan.

”BI Rate mau tidak mau harus naik agar supaya rupiah jangan terus melemah. Memang BI Rate hanya salah satu (bukan satu-satunya) instrumen untuk mempengaruhi nilai tukar. Masih banyak lagi instrumen yang lain terutama kepercayaan pasar pada pemerintah,” kata Charlie.

Dia menjelaskan, kenaikan BI Rate pada umumnya akan diikuti dengan penyesuaian bunga dana masyarakat di perbankan. Namun proses tersebut tidak terjadi secara langsung dan membutuhkan waktu.

”Kalau BI Rate naik maka dana bank dari masyarakat tentu ikut naik namun itu butuh waktu cukup lama untuk terjadi penyesuaian,” ujarnya.

Karena itu, menurut Charlie, dampak kenaikan BI Rate terhadap operasional perbankan daerah seperti Bank NTT tidak serta-merta dirasakan dalam jangka pendek.

Bank NTT juga memiliki dana pemerintah daerah yang relatif stabil sehingga memberikan bantalan terhadap perubahan kondisi suku bunga di pasar.

”Di Bank NTT tentu banyak dana pemda yang tentu lebih stabil suku bunganya,” kata Charlie.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bank NTT tidak langsung terkena dampak dari kenaikan BI Rate yang terjadi saat ini. ”Dari kondisi-kondisi tersebut di atas, Bank NTT tentu tidak serta merta akan terkena dampak,” ujarnya.

Meski demikian, Charlie mengakui apabila suku bunga acuan bertahan pada level tinggi dalam waktu yang cukup lama, maka seluruh industri perbankan termasuk Bank NTT akan melakukan perhitungan dan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang ada.

Dia juga mengatakan, penyesuaian terhadap suku bunga pinjaman menjadi salah satu hal yang akan dikaji apabila kondisi tersebut berlangsung dalam jangka panjang.

”Akan tetapi untuk jangka waktu lama, apalagi BI Rate tetap tinggi untuk jangka waktu lama, maka pasti Bank NTT akan melakukan kalkulasi kembali suku bunganya dan bisa saja melakukan penyesuaian suku bunga pinjaman,” tegasnya.

Meski demikian, ia memastikan kredit-kredit program pemerintah, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR), tidak akan mengalami perubahan suku bunga.

”Bunga kredit untuk kredit-kredit program pemerintah, seperti KUR pasti tidak ada perubahan alias tetap. Jadi pengusaha UMKM tentu tidak perlu kuatir,” kata Charlie.

Sebagai bank pembangunan daerah, lanjut dia, Bank NTT tidak hanya menjalankan fungsi bisnis tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi di NTT.

Karena itu, Bank NTT akan terus berupaya menjaga bunga pinjaman tetap kompetitif sehingga tidak memberatkan masyarakat maupun pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan.

”Sebagai agent pembangunan, Bank NTT tentu akan mengusahakan bunga pinjaman yang tetap kompetitif dan tidak memberatkan peminjamnya,” katanya.

Charlie menambahkan, dalam beberapa pekan ke depan Bank NTT akan melakukan kajian dan perhitungan lebih lanjut terkait dampak kenaikan BI Rate. Namun sejauh ini manajemen meyakini belum ada faktor yang akan mendorong perubahan signifikan terhadap kebijakan suku bunga Bank NTT.

”Minggu-minggu ini kami akan melakukan kajian dan kalkulasi kembali atas kenaikan suku bunga BI, dan saya yakin tidak ada dampak signifikan bagi kebijakan suku bunga Bank NTT,” katanya. (*/jdz)