LEWOLEBA, mediantt.com – Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, Selasa (13/1), meresmikan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG 03 Lembata, yang berlokasi di Waikilok, Kelurahan Lewoleba Utara, Kota Lewoleba.
Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Tani Merdeka Indonesia Lembata yang berada di bawah naungan Yayasan Ina Ata Budi Diken, serta sejumlah pejabat daerah dan perwakilan masyarakat, termasuk unsur Forkopimda, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat merangkap Ketua Satgas Percepatan MBG Kabupaten Lembata, Quintus Irenius Suciadi, dan Anggota Komisi II DPRD dari Partai Gerindra David Blasius Huklele Gole.
Dalam sambutannya, perwakilan Yayasan Ina Ata Budi Diken, Ignatius Pati Ola, menekankan komitmen yayasan dalam menjaga kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.
“Kami akan terus memperhatikan mutu makanan bergizi yang diberikan. Sebagai pengurus yayasan, kami bersyukur atas kepercayaan kemitraan ini. Mari bersama-sama mengawasi proses penyaluran MBG agar berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Pati Ola.
Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, dalam sambutannya mengatakan, Program Dapur MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dengan fokus pada pengentasan gizi buruk dan stunting.
“Program ini bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak, kesehatan ibu hamil dan menyusui, serta peningkatan kualitas pendidikan,” tegas Wabup Nasir.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas makanan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional, mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengelolaan limbah.
“Yang kita layani adalah masyarakat dan anak-anak kita sendiri. Kita ingin mereka tumbuh sehat, kuat, dan cerdas sebagai fondasi generasi emas Lembata,” tambahnya.
Tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi, Wabup Nasir juga menyoroti dampak ekonomi positif dari Dapur MBG, dengan menekankan perlunya pemberdayaan tenaga kerja lokal dan keterlibatan UMKM serta petani setempat.
“Dapur ini harus menjadi pusat pemberdayaan ekonomi lokal, menggerakkan roda perekonomian, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lembata,” ujarnya.
Saat ini, Dapur MBG SPPG 03 Lembata sudah melayani sekitar 1.052 penerima manfaat yang terdiri dari siswa-siswi di lima lembaga pendidikan, yaitu: TK Don Bosco (78 siswa), TK RA (74 siswa), SDK Don Bosco (335 siswa), SMPK Don Bosco (481 siswa), dan Posyandu Waikilok (84 anak).
Dengan diresmikannya Dapur MBG SPPG 03, pemerintah daerah berharap, program ini menjadi gerakan berkelanjutan yang dapat menciptakan generasi Lembata yang lebih sehat, cerdas, dan memiliki daya saing yang tinggi di masa depan.
(Lakonawa/Prokompimkablembata)
