Christian Widodo Dapat Aplaus Saat Disebut Presiden Prabowo: Boleh Juga Nih PSI!

oleh -453 Dilihat

Presiden Prabowo foto bersama pengurus dan para kepala daerah dari PSI. Christian Widodo ketiga dari kanan di deretan belakang.

SOLO, mediantt.com – Suasana penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Minggu malam (20/7) di Solo, mendadak riuh ketika Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyebut nama Wali Kota Kupang, Dr. Christian Widodo, dalam pidatonya. Nama Christian Widodo sontak disambut tepuk tangan meriah dari para peserta kongres.

“Ini boleh juga nih PSI,” ujar Presiden Prabowo sembari tersenyum, mengundang tawa dan aplaus dari seluruh hadirin. Ungkapan tersebut merujuk pada kiprah PSI yang dinilai sukses menghadirkan tokoh muda progresif dalam kepemimpinan daerah, salah satunya Dr. Christian Widodo.

Ini juga sebuah pengakuan tersirat bahwa partai ini — partai yang masih muda — telah berhasil melahirkan pemimpin daerah yang tidak hanya visioner, tetapi juga mendapat perhatian di tingkat nasional.

Momen istimewa bagi Christian Widodo tak cuma itu. Eks anggota DPRD NTT ini dipanggil ke panggung.
Bukan untuk pidato, tapi untuk sesuatu yang lebih simbolis: membacakan Teks Pancasila, tradisi khas PSI yang menggabungkan kecintaan pada tanah air dengan semangat kreativitas.

Dengan mantap, Dr. Christian berdiri di panggung. Suaranya lantang, setiap kalimat Teks Pancasila ia ucapkan dengan penuh makna di hadapan Presiden dan ribuan kader PSI dari seluruh Indonesia.

Di antara gemuruh tepuk tangan dan sorak-sorai, satu hal terasa jelas: malam itu bukan hanya panggung untuk PSI, tapi juga momen pembuktian bahwa dari Kupang, dari Nusa Tenggara Timur, lahir seorang pemimpin muda yang mulai diperhitungkan dalam percaturan nasional.

Penampilan Christian Widodo malam itu disebut-sebut menjadi salah satu sorotan, menunjukkan sosok pemimpin muda yang semakin diperhitungkan di kancah nasional.

Walikota Kupang yang juga Anggota Dewan Pembina DPP PSI, Dr Christian Widodo, kepada wartawan menuturkan, “Ini suatu kehormatan diberi kesempatan membacakan teks Pancasila dihadapan Bapak Presiden dan mendapat apresiasi dari beliau. Semua karena Tuhan, dukungan keluarga besar PSI dan Warga Kota Kupang”. (jdz)