Car Free Day Tak Sekadar Olahraga, Warga Nikmati Layanan MPP Tanpa Ribet

oleh -193 Dilihat

Layanan Sertifikasi Halal on the spot di area CFD, yang telah terintegrasi dengan MPP.

KUPANG, mediantt.com – Suasana Car Free Day (CFD) setiap Sabtu pagi di Kota Kupang kini tak lagi hanya tentang jalan santai, senam massal, dan berburu kuliner. Di antara riuh tawa warga dan alunan musik olahraga, hadir pula pelayanan publik yang mendekat ke masyarakat melalui layanan Mal Pelayanan Publik (MPP) keliling.

Di area CFD itulah, warga bisa mengurus berbagai keperluan administrasi: mulai dari pembayaran pajak kendaraan bermotor, layanan BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan hingga perpanjangan SIM melalui gerai Samsat. Juga ada layanan Sertifikasi Halal. Semua dilakukan dalam suasana santai, tanpa harus datang ke kantor-kantor pelayanan yang selama ini identik dengan antrean panjang. Semua layanan itu telah terintegrasi ke dalam Mall Pelayanan Publik (MPP), yang dikelolah oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang.

Salah satunya dirasakan Susana Ine, warga Kelurahan Kayu Putih. Sambil menunggu anaknya selesai bermain sepeda, ia menyempatkan diri membayar pajak sepeda motor.

“Biasanya harus izin kerja dan antre lama. Ini habis olahraga langsung bayar, cepat sekali pelayanannya. Petugas juga ramah. Sangat membantu kami masyarakat kecil,” ujarnya dengan wajah lega.

Hal serupa diungkapkan Thomas Bano, warga Maulafa, yang memanfaatkan layanan BPJS Kesehatan di area CFD.

“Saya mau ubah data kepesertaan. Tidak sampai 10 menit sudah selesai. Kalau begini terus, orang tidak perlu takut lagi urus administrasi,” katanya.

Sementara itu, bagi kaum muda, kehadiran layanan perpanjangan SIM di lokasi CFD menjadi solusi praktis. Rina, seorang pegawai swasta, mengaku sangat terbantu.

“Kerja Senin sampai Jumat, kalau ke kantor Samsat susah cari waktu. Ini pas hari libur, sekalian olahraga, bisa urus SIM. Luar biasa,” tuturnya.

Selain kemudahan, warga juga mengapresiasi keterbukaan informasi dan keramahan petugas. Tidak sedikit yang awalnya hanya ingin berolahraga, namun pulang dengan membawa bukti pembayaran pajak atau SIM yang telah diperpanjang.

Di balik wajah puas masyarakat, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kupang, Andre Otta, menegaskan bahwa pelayanan di area CFD merupakan bagian dari inovasi untuk mendekatkan negara kepada rakyat.

“Pelayanan publik tidak boleh menunggu masyarakat datang ke kantor. Pemerintah harus hadir di ruang-ruang publik. CFD adalah ruang yang tepat karena masyarakat berkumpul dengan suasana yang santai,” kata Andre.

Ia mengatakan, ke depan DPMPTSP akan terus memperluas jenis layanan yang dihadirkan di MPP keliling, termasuk perizinan usaha mikro, layanan kependudukan, hingga konsultasi investasi bagi pelaku UMKM.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan bahwa mengurus pelayanan itu mudah, cepat, transparan, dan tidak menakutkan. Inovasi akan terus kami dorong agar MPP semakin relevan dengan kebutuhan warga,” tegasnya.

Andre juga menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan tersebut sebaik mungkin dan tidak lagi menunda kewajiban administrasi seperti pajak kendaraan.

“Bayar pajak itu bukan sekadar kewajiban, tapi bentuk kontribusi kita untuk pembangunan daerah,” pesannya.

Senada dengan itu, Sekretaris DPMPTSP Kota Kupang, Nina Lauta, berharap kehadiran MPP di area CFD bisa menumbuhkan kesadaran baru di tengah masyarakat tentang pentingnya taat administrasi.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa pelayanan publik sekarang sudah berubah. Tidak berbelit-belit, tidak mahal, dan bisa diakses dengan mudah,” ujarnya.

Nina juga berharap adanya dukungan semua pihak agar inovasi layanan tetap berkelanjutan, baik dari sisi sarana prasarana, sumber daya manusia, maupun kolaborasi antarinstansi.

“Harapan kami, MPP tidak hanya menjadi tempat mengurus izin, tetapi menjadi simbol perubahan wajah pelayanan publik yang humanis, cepat, dan berpihak pada masyarakat,” tambahnya.

Di tengah riuh CFD yang penuh warna, layanan MPP Kota Kupang hadir sebagai wajah baru pelayanan publik: dekat, ramah, dan membumi. Bagi warga, Sabtu kini bukan hanya tentang berolahraga, tetapi juga tentang menyelesaikan urusan negara tanpa beban. Sebuah bukti bahwa pelayanan publik bisa berjalan seiring dengan denyut kehidupan masyarakat. (jdz)