LEWOLEBA, mediantt.com – Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menerima kunjungan silaturahmi Manager PT PLN (Persero) ULP Lembata yang baru, Thariq Adha Gumilang, di ruang kerja bupati pada Senin, 13 April 2026.
Pertemuan yang berlangsung hangat ini tidak sekadar menjadi ajang perkenalan, namun juga menjadi ruang evaluasi bagi sejumlah proyek strategis kelistrikan di bumi Lomblen.
Dalam laporannya, Thariq Adha Gumilang mengatakan, progres pembangunan jaringan listrik di Desa Dulir, Kecamatan Atadei, saat ini baru menyentuh angka 20 persen.
Meski penanaman tiang telah dimulai, proyek ini terganjal masalah distribusi material dari daratan Flores.
“Masih ada sekitar 108 batang tiang yang tertahan di Maumere. Kami terkendala keterbatasan armada angkutan Kapal Sabuk Nusantara,” ujar Thariq.
Akibat keterbatasan kapasitas angkut kapal tersebut, pengiriman material terpaksa dilakukan secara bertahap. Thariq mengakui, target penyelesaian proyek yang semula dijadwalkan rampung pada April ini kemungkinan besar akan meleset dari target.
Menanggapi kendala tersebut, Bupati Kanis Tuaq menegaskan, urusan listrik bukan sekadar soal penerangan rumah tangga, melainkan urat nadi ekonomi. Ia menyoroti wilayah Watanlolo, Desa Pasir Putih, Mingar, yang memiliki potensi perikanan melimpah namun masih mati suri secara ekonomi.
Dikatakan Bupati, masalah utama disana adalah ketiadaan fasilitas pendingin (freezer) akibat minimnya daya listrik. Hal ini berdampak pada hasil tangkapan nelayan cepat busuk dan nilai jual anjlok.
Ia berharap pihak PLN dapat segera melakukan penetrasi ke wilayah pesisir guna mendukung industrialisasi perikanan skala kecil.
“Ikan kita banyak, tapi tanpa listrik tidak ada freezer. Masyarakat yang akhirnya merugi karena rantai dinginnya putus,” tegas Bupati Kanis.
Selain sektor perikanan, Pemerintah Kabupaten Lembata juga tengah membidik pengembangan wilayah Tobotani.
Rencananya, pemerintah akan mengintegrasikan sistem penyediaan air bersih dengan energi terbarukan melalui panel surya.
Langkah ini diambil untuk mengatasi kendala teknis pada pengeboran sebelumnya yang menghasilkan air payau.
Di akhir pertemuan, kedua belah pihak sepakat untuk mempererat koordinasi lintas sektor. Bupati berharap kehadiran pimpinan baru PLN dapat membawa akselerasi bagi kebutuhan dasar masyarakat.
Bagi Pemkab Lembata, pemenuhan rasio elektrifikasi hingga ke pelosok desa adalah harga mati untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif di tahun 2026 ini. (Lakonawa/Prokompimkablembata)
