Bupati Lembata Berdayakan Komunitas Adat Terpencil: Sinergi Pusat dan Daerah untuk Kesejahteraan Masyarakat Redeng!

oleh -118 Dilihat

Bupati Lembata memberikan sambutan di acara Komunitas Adat Terpencil di Redeng.

DOLULOLONG, mediantt.com – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat terpencil (KAT) dengan menghadiri kegiatan Pendampingan Program Pemberdayaan KAT dan Kewirausahaan Sosial di Dusun Redeng, Desa Dululolong, Kecamatan Omesuri, pada Rabu (5/11).

Kehadiran perwakilan Kementerian Sosial RI, Indri Indrawati, dan Wawan Setiawan, semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam upaya memajukan masyarakat adat di Lembata.

Program KAT ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap masyarakat adat yang selama ini kurang tersentuh pembangunan.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat adat terpencil dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandiriannya melalui berbagai kegiatan, seperti pelatihan peningkatan kapasitas SDM, pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi desa, serta pembangunan infrastruktur dasar yang memadai.

Di Kabupaten Lembata, program KAT menyasar dua dusun, yaitu Dusun Redeng (16 KK) dan Dusun Way Niba (57 KK), dengan total 73 KK masyarakat adat sebagai penerima manfaat.

Program ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi kebangkitan ekonomi dan sosial masyarakat adat di kedua dusun tersebut.

Indri Indrawati dari Kementerian Sosial RI menjelaskan, sebelum program ini dilaksanakan, pihaknya telah melakukan serangkaian pendekatan dan kajian mendalam untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Ia juga mengungkapkan, Provinsi Nusa Tenggara Timur mendapatkan alokasi program KAT di empat desa, termasuk Desa Dululolong di Kabupaten Lembata.

Bupati Kanis Tuaq menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada Kementerian Sosial RI atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada masyarakat adat di Lembata. Ia berharap, momentum ini dapat menjadi titik awal bagi kebangkitan dan kemajuan masyarakat adat di seluruh pelosok Kabupaten Lembata.

“Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Kementerian Sosial, lembaga mitra, dan masyarakat adat dalam memperkuat kesejahteraan sosial dan ekonomi di seluruh pelosok Lembata. Kita ingin memastikan bahwa tidak ada satu pun warga Lembata yang tertinggal dalam pembangunan,” tegas Bupati Kanis.

Bantuan yang disalurkan dalam program ini meliputi bantuan stimulan pemberdayaan KAT, bantuan penghidupan berkelanjutan, belanja community center sebagai pusat kegiatan masyarakat, pembangunan sarana air bersih (MCK) untuk meningkatkan sanitasi, serta belanja pendukung balai desa sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan masyarakat.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada lima warga penerima manfaat, sebagai representasi dari seluruh masyarakat adat yang akan merasakan dampak positif dari program ini. (Lakonawa/prokompimkablembata)