Buka Lintasan Surabaya-Lembata, Pemkab Hadirkan PT ASDP Indonesia Ferry di Rakor FGD

oleh -207 Dilihat

WAIJARANG, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata terus berupaya maksimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan Florata (Flores Timur, Alor, dan Lembata) melalui penguatan sektor transportasi laut.

Upaya konkret tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Pembukaan Lintasan Long Distance Ferry (LDF) yang digelar bersama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Kegiatan yang berlangsung di Kuma Resort, Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, Rabu (10/6/2026) ini, dibuka dan dihadiri langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Yohanes Berchamans Daniel Dai.

Turut serta dalam forum penting ini Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Flores Timur, jajaran manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), para pelaku usaha, serta insan pers.

Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq menegaskan, FGD ini bukan sekadar rapat koordinasi biasa, melainkan momentum strategis yang menghasilkan komitmen bersama untuk membuka akses konektivitas yang lebih luas.

“Pertemuan ini merupakan langkah besar yang harus kita maknai sebagai bentuk keseriusan bersama dalam membuka akses konektivitas yang lebih luas. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan pergerakan barang, jasa, dan manusia sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Kanis.

Bupati juga mengingatkan, komitmen yang dibangun harus dikawal bersama agar tidak berhenti sebagai dokumen semata, melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk pelayanan transportasi yang nyaman dan terjangkau.

“Komitmen yang telah dibangun harus kita kawal bersama agar tidak berhenti sebagai dokumen semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk pelayanan transportasi yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh peserta segera melaporkan hasil pertemuan kepada pimpinan masing-masing dan mulai melakukan persiapan teknis guna mendukung implementasi program konektivitas ekonomi regional tersebut.

Group Head Bisnis Pelayaran Komersial PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Rizki Dwianda, mengatakan, pembukaan lintasan baru akan melalui kajian yang komprehensif dengan memperhatikan masukan dari seluruh pemangku kepentingan.

Dalam paparannya, ASDP menjelaskan berbagai aspek teknis dan operasional, mulai dari rute lintasan, spesifikasi kapal, kapasitas muatan, potensi pasar, hingga skema tarif yang akan diterapkan.

“Hasil pertemuan ini akan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti. Seluruh masukan akan kami kaji secara mendalam sebelum memasuki tahapan berikutnya,” jelas Rizki.

Disebutkan juga, rencana pembukaan jalur strategis termasuk potensi lintasan Surabaya–Lembata diharapkan mampu membuka akses perdagangan yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Lembata. Pertemuan lanjutan akan dilakukan setelah seluruh data dan kajian lengkap tersedia untuk mempercepat proses operasional.

Menutup kegiatan, Bupati Lembata menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Forum ini dinilai menjadi langkah penting dalam mewujudkan sistem transportasi laut yang terintegrasi, sekaligus membuka peluang baru bagi peningkatan investasi, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi kawasan. (Lakonawa/Prokompimkablembata)