161 Guru SD di Lembata Didorong Ubah Cara Anak Belajar Matematika

oleh -90 Dilihat

LEWOLEBA, mediantt.com – Pembelajaran matematika di sekolah dasar didorong agar tidak berhenti pada hafalan angka dan pengerjaan soal. Melalui Model Pembelajaran Matematika GEMBIRA, guru di Kabupaten Lembata diajak menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia anak.

Sebanyak 161 guru dari 161 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Lembata mengikuti workshop Model Pembelajaran Matematika GEMBIRA untuk Fase A di Wisma Don Bosco, Lewoleba, 11 September 2026.

Kegiatan ini ditujukan untuk memperkuat kompetensi guru dalam mengembangkan pembelajaran matematika yang aktif, menyenangkan, dan bermakna sekaligus memperkuat fondasi numerasi sejak kelas awal.

Workshop berlangsung dalam tiga gelombang, yakni 8–9 September dengan 50 peserta, 10–11 September dengan 50 peserta, serta 14–15 September dengan 61 peserta.

Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata yang diwakili Sekretaris Dinas Pendidikan, Suhartin Bungalaleng, dan ditutup Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Wenseslaus Ose.

Guru Jemy Leumara bertindak sebagai fasilitator daerah sekaligus pemateri. Dalam pendampingannya, Jemy tidak hanya menjelaskan konsep pembelajaran GEMBIRA.

Para guru juga diajak mengikuti permainan matematika, simulasi, tantangan, dan aktivitas kelompok yang dirancang menyerupai situasi pembelajaran di kelas Fase A.

Guru yang sehari-hari mengajar anak kemudian mengambil peran sebagai peserta didik. Mereka mencoba menyelesaikan tantangan, berdiskusi, bergerak, dan berinteraksi.

Setiap aktivitas selanjutnya dibedah untuk menemukan konsep matematika, merumuskan pertanyaan yang tepat, serta mengidentifikasi cara memastikan anak memahami materi yang dipelajari.

Para peserta juga mempraktikkan kembali aktivitas pembelajaran sebagai guru dan memperoleh umpan balik mengenai pemberian instruksi, pengelolaan kelas, pelibatan peserta didik, serta pengembangan permainan menjadi sarana belajar.

Pendekatan tersebut menempatkan permainan bukan sekadar sebagai kegiatan untuk menciptakan suasana riang, melainkan sebagai jalan untuk membangun pemahaman konsep.

Benda-benda sederhana, gerakan, dan aktivitas kelompok dapat membantu anak menghubungkan konsep matematika yang abstrak dengan pengalaman yang dapat dilihat, disentuh, dan dilakukan.

Keterlibatan 161 guru dari 161 SD membuka peluang agar pengalaman workshop diterapkan di sekolah masing-masing sesuai karakteristik peserta didik dan kondisi satuan pendidikan.

Penguatan numerasi tidak berlangsung secara instan. Kemampuan itu tumbuh melalui pengalaman belajar yang konsisten sejak kelas awal.

Melalui Model Pembelajaran Matematika GEMBIRA, guru di Lembata didorong untuk menciptakan pembelajaran yang memberi ruang kepada anak untuk bermain, berpikir, mencoba, menemukan, dan memahami matematika. (lakonawa/jemy leumara)