Disetujui Prabowo! 10.000 Tenda Sekolah dan Armada TNI AL Dikerahkan untuk Gempa Flores

oleh -84 Dilihat

Gubernur Melki dan Forkopimda ikut rapat virtual bersama Presiden Prabowo.

KUPANG, mediantt com – Presiden Prabowo Subianto menyetujui pengiriman 10.000 tenda belajar dan pengerahan armada TNI AL untuk mempercepat penanganan Gempa Flores. Keputusan itu diambil saat rapat virtual bersama Gubernur NTT Melki Laka Lena, Senin (7/9/2026).

Presiden Prabowo Subianto menyetujui penguatan dukungan pusat untuk penanganan Gempa Flores, NTT. Dalam rapat virtual, Senin 7/9/2026, Presiden menginstruksikan pengiriman 10.000 tenda belajar dan pengerahan armada TNI AL untuk distribusi bantuan.

Rapat virtual tersebut dihadiri Gubernur NTT Melkiades Laka Lena, Wagub Johni Asadoma, Forkopimda NTT, TNI-Polri, dan unsur terkait.

10.000 Tenda untuk Sekolah Terdampak

Gubernur Melki melaporkan 2.457 satuan pendidikan di NTT terdampak gempa. Untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan, Pemprov NTT mengusulkan tenda lapangan standar TNI sebagai ruang kelas sementara.

“Dengan kebutuhan rata-rata 3 tenda per sekolah, total kebutuhan mencapai hampir 10.000 tenda untuk SD, SMP, dan SMA. Pembelajarannya bisa dilakukan sistem bergilir,” jelas Melki.

Presiden meminta Pemprov NTT segera merinci jumlah dan spesifikasi tenda untuk ditindaklanjuti pusat.

Presiden juga menyetujui penguatan transportasi laut. Mengingat kondisi NTT yang kepulauan, TNI AL diminta mengoptimalkan kapal LPD dan LCM untuk mobilisasi logistik dan personel ke wilayah terdampak.

“Kami arahkan pemanfaatan kapal dikoordinasikan melalui TNI AL agar bantuan cepat sampai,” tegas Prabowo.

Menindaklanjuti hal ini, Kementerian Perhubungan akan mengirim 1 kapal feri ASDP ke Pulau Palue pada 8 September 2026 untuk memperlancar distribusi bantuan.

“Sejak hari pertama Forkopimda bersama BNPB, TNI, Polri, dan kementerian sudah bergerak. Dukungan pusat ini sangat membantu mempercepat penanganan,” ujar Melki.

Pemprov NTT menegaskan koordinasi pusat-daerah akan terus diperkuat agar bantuan tepat sasaran dan anak-anak terdampak tetap bisa belajar di tengah pemulihan. (*/jdz)