Kasus AIDS Tembus 3.000! Pemkot Kupang Genjot Penanggulangan ATM Jelang Target 2030

oleh -120 Dilihat

Peserta Workshop “Mobilisasi Sumber Daya untuk Keberlanjutan Program ATM” di Hotel Harper, Kamis (3/9/2026).

KUPANG, mediantt.com – Pemerintah Kota Kupang memperkuat komitmen penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) dengan mendorong keberlanjutan program, penguatan pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor. Langkah ini untuk mendukung target eliminasi ATM pada 2030.

Komitmen itu disampaikan Asisten I Setda Kota Kupang, Hengky C. Malelak saat membuka Workshop “Mobilisasi Sumber Daya untuk Keberlanjutan Program ATM” di Hotel Harper, Kamis (3/9/2026).

Hengky menyebut, berdasarkan data KPA Kota Kupang, kasus AIDS terakumulasi lebih dari 2.000. Pada 2025 tercatat 225 kasus baru, dan hingga Juli 2026 sudah ada 102 kasus.

Sementara data dari Yayasan Flobamora Jaya Peduli mencatat 3.062 kasus HIV kumulatif di Kota Kupang. Dari jumlah itu, 1.160 ODHA mendapat pendampingan sejak 2024 hingga Juni 2026.

“Angka AIDS di Kota Kupang cukup tinggi. Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi tanggung jawab bersama memastikan kelompok rentan tetap dapat layanan,” kata Hengky.

Butuh Kolaborasi & Pembiayaan Berkelanjutan

Hengky menegaskan, penanggulangan ATM butuh pembagian peran. Pemerintah membangun kebijakan dan pembiayaan, DPRD dukung lewat anggaran, dunia usaha lewat CSR, perguruan tinggi hadirkan inovasi, dan masyarakat sipil hapus stigma.

“Jangan sampai ada layanan yang berhenti hanya karena sumber pendanaannya berubah,” tegasnya.

Pemkot juga melakukan pencegahan lewat edukasi podcast, skrining aktif, pengobatan, dan dukungan. Untuk TB, tracing ditargetkan di 71 titik tahun ini. Hingga kini sudah 21 titik yang disasar. Ke depan, Pemkot akan memperkuat program Usaha Kesehatan Sekolah bersama OPD terkait.

Hengky berharap, workshop ini melahirkan langkah konkret. “Kita harus pulang bawa peta sumber pembiayaan, komitmen lintas sektor, dan rencana tindak lanjut yang jelas. Siapa, kapan, dan bagaimana mengukurnya,” ujarnya.

Ia mendorong komitmen ATM diintegrasikan ke dokumen perencanaan Bappeda dan diperkuat dukungan anggaran. “Target kita jelas. Dukung eliminasi AIDS, TB, dan Malaria menuju 2030,” tegasnya. (*/jdz)