Mahasiswi Unwira Ubah Wajah Informasi Desa Ilepadung ke Ruang Digital

oleh -371 Dilihat

LEWOLEMA, mediantt.com – Di tengah pesona alam Kecamatan Lewolema, Kabupaten Flores Timur, sebuah transformasi digital yang tenang namun berdampak besar sedang digerakkan dari sebuah balai desa. Adalah Evlin Nadea Kadja, mahasiswi Program Studi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, menjadi motor penggerak di balik langkah berani Desa Ilepadung menuju era keterbukaan informasi.

Lewat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka – Kuliah Kerja Nyata Tematik (MBKM-KKNT), Evlin menginisiasi gerakan bertajuk “Penguatan Transparansi dan Branding Desa Melalui Digitalisasi Informasi”, Kamis (18/6/2026).

Di hadapan perangkat desa dan tokoh masyarakat, ia menantang cara lama mengelola desa: saatnya Ilepadung “berbicara” kepada dunia lewat layar digital.

Selama ini, Ilepadung menyimpan kekayaan budaya, potensi wisata, dan produk UMKM yang luar biasa. Sayangnya, permata-permata ini bak tersembunyi karena minimnya promosi berbasis internet.

“Digitalisasi bukan sekadar gaya-gayaan menggunakan teknologi, melainkan strategi komunikasi pembangunan,” ujar Evlin di podium. “Melalui media digital, desa ini tidak hanya bisa memamerkan keindahannya dan produk UMKM-nya ke khalayak luas, tapi juga menunjukkan ruang kerja yang transparan bagi warganya sendiri”.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, para perangkat desa tidak hanya mendengarkan teori. Mereka dibekali kemampuan taktis: cara mengelola media sosial resmi desa, mendokumentasikan kegiatan pelayanan, hingga menyusun konten informasi publik yang ramah pembaca dan mudah dipahami.

Literasi digital ini dirancang agar setelah masa KKN usai, aparat desa bisa mandiri mengelola “wajah online” mereka.

Langkah mahasiswi Unwira ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Flores Timur. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, Dr. Benediktus Bolibapan Herin, yang turut hadir di lokasi, menyebut gerakan ini sebagai fondasi penting bagi tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Keterbukaan informasi adalah fondasi utama agar pemerintah desa dipercaya masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital seperti yang dibawa oleh adik mahasiswa ini akan mempermudah akses informasi publik sekaligus memancing partisipasi aktif warga dalam pembangunan,” puji Dr. Benediktus dalam sambutannya.

Melalui diskusi dua arah yang hangat, warga dan perangkat desa Ilepadung tampak antusias memetakan strategi baru. Dengan media informasi digital yang kini mulai dirintis, Desa Ilepadung bersiap melepas label desa terpencil dan bertransformasi menjadi desa cerdas (smart village) yang akuntabel, modern, dan dikenal luas. (roi)