Penyerahan penghargaan dari Kanwil Kementerian Hukum NTT.
KUPANG, mediantt.com – Pemerintah Kota Kupang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) pertama Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) di Taman Nostalgia, Minggu (21/6). Setahun berjalan, Saboak berkembang menjadi ruang ekonomi, kreativitas, dan interaksi masyarakat dengan total perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp6,3 miliar.
Perayaan tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, Sekda Kota Kupang Jeffry E. Pelt, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum Bawono Ika Sutomo, perwakilan Bank Mandiri Taspen, PT Taspen, pimpinan perangkat daerah, camat, lurah, pelaku UMKM, serta masyarakat.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menjaga keberlangsungan Saboak selama satu tahun terakhir.
“Saya dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi sehingga Saboak bisa bertahan dan berkembang sampai hari ini,” ujarnya.
Menurut Christian, Saboak lahir dari gagasan untuk menghidupkan Taman Nostalgia agar tidak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi ruang publik yang produktif bagi masyarakat.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah saat awal masa kepemimpinannya tidak menghalangi lahirnya program tersebut. Melalui efisiensi dan kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk Bank Mandiri, Taspen, dan sejumlah sponsor, Saboak akhirnya dapat diwujudkan.
“Saboak membuktikan bahwa keberhasilan program tidak selalu ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi oleh kuatnya kolaborasi,” katanya.
Hingga kini, rata-rata transaksi di Saboak mencapai sekitar Rp80 juta setiap pekan. Christian menegaskan seluruh perputaran ekonomi tersebut dinikmati langsung oleh masyarakat karena pemerintah tidak memungut retribusi dari para pelaku usaha.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemkot Kupang tengah mengkaji penambahan hari operasional Saboak menjadi tiga hari, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Pemerintah juga berencana menambah jumlah lapak, memperkuat pengamanan melalui Satpol PP, meningkatkan penerangan, serta melengkapi berbagai fasilitas pendukung di kawasan Taman Nostalgia.
Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada agar keberlanjutan program tetap terjaga.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Serena C. Francis menilai, keberhasilan Saboak merupakan hasil kolaborasi pemerintah, komunitas, sponsor, dan para pelaku UMKM.
Meski sempat menghadapi berbagai tantangan, terutama saat musim hujan, Pemkot terus berupaya memperkuat ekosistem usaha masyarakat, termasuk melalui rencana pengembangan platform digital untuk membantu pemasaran produk UMKM.
“Ke depan, Pemerintah Kota Kupang akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak agar Saboak semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Serena.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kementerian Hukum NTT, Bawono Ika Sutomo, mengingatkan pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku UMKM, khususnya melalui pendaftaran merek.
Menurutnya, pendaftaran merek memberikan kepastian hukum, melindungi identitas usaha, meningkatkan nilai ekonomi produk, serta mencegah potensi pengambilalihan merek oleh pihak lain.
Ia juga mengungkapkan rencana pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di daerah guna mempermudah masyarakat mengurus pendaftaran HAKI tanpa harus datang langsung ke kantor Kementerian Hukum.
Perayaan satu tahun Saboak pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat mampu menciptakan ruang ekonomi yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga Kota Kupang. (*/jdz)
