Program KSK Lembata Berjalan, 21 Calon Mahasiswa UNAKI Semarang Diberangkatkan Tanpa MoU

oleh -112 Dilihat

LEWOLEBA, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata melepas 21 calon mahasiswa untuk mengikuti program kuliah sambil bekerja di Universitas Abdi Karya Indonesia (UNAKI), Semarang, Jawa Tengah, Jumat (29/5).

Program ini dimaksudkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) daerah.

Namun, pelaksanaan program tersebut mulai menjadi perhatian karena nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah daerah dan pihak kampus disebut belum sepenuhnya rampung saat peserta dijadwalkan berangkat.

Pelepasan dilakukan oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, di ruang rapat bupati, dihadiri sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah, orang tua, dan para peserta, berjalan lancar. Meski demikian masih menyisihkan sedikit celah hukum yang perlu segera dituntaskan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Lembata, Rafael Betekeneng menjelaskan, program tersebut merupakan kebijakan resmi pemerintah daerah sebagai upaya membuka peluang pendidikan dan kerja bagi generasi muda.

“Program ini dilaksanakan secara bertahap. Untuk tahap awal, sebanyak 21 peserta diberangkatkan menyesuaikan dengan kapasitas yang tersedia,” ujar Rafael.

Para peserta dijadwalkan berangkat ke Semarang pada Sabtu (30/5) menggunakan kapal laut. Setibanya di lokasi, mereka akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih tiga minggu sebelum memulai kegiatan perkuliahan dan bekerja.

Sementara itu, Koordinator UNAKI-Lembata, Paskalis Wilh Wato Maing, mengatakan, kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak kampus akan diperkuat melalui penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama.

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi mahasiswa asal Lembata.

Di sisi lain, belum dijelaskan secara rinci mengenai aspek teknis pelaksanaan program, termasuk jenis pekerjaan yang akan dijalani mahasiswa, mekanisme pengupahan, serta sistem pengawasan selama peserta berada di luar daerah.

Bupati Kanis dalam sambutannya mengatakan, program kuliah sambil bekerja merupakan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas SDM.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan dengan baik. Kami berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali untuk membangun daerah,” kata Bupati.

Data pemerintah daerah menunjukkan, sejak 2022 telah ada puluhan mahasiswa asal Lembata yang menempuh pendidikan di UNAKI secara mandiri.

Hingga saat ini tercatat sekitar 53 mahasiswa masih aktif, dan 11 orang dijadwalkan mengikuti wisuda pada akhir tahun 2026.

Program studi yang ditempuh antara lain Perpajakan, Manajemen, Akuntansi, Sistem Informasi, dan Psikologi.

Salah satu calon mahasiswa menyambut baik program tersebut. Ia menilai skema kuliah sambil bekerja dapat membantu meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus membuka peluang untuk melanjutkan pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap program ini dapat menjadi solusi dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, sekaligus mendorong lahirnya SDM yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. (Lakonawa/Prokompimkablembata)