Ada Dugaan Mafia BBM di Rote Ndao Terbongkar, Penanggung Jawab SPBU Sanggaoen Jadi Sorotan

oleh -64 Dilihat

ROTE NDAO, mediantt.com – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mencekik masyarakat Kabupaten Rote Ndao selama sebulan terakhir, diduga kuat akibat adanya praktik penyelewengan.

Penanggung jawab SPBU Sanggaoen, Ny. Risti, dituding lebih mengutamakan penjualan BBM kepada pengecer melalui pangkalan pribadi milik suaminya daripada memasok kebutuhan di SPBU.

Dugaan ini mencuat setelah mobil tangki berkapasitas 10.000 liter terpantau parkir dan melakukan pengisian BBM ke puluhan drum di pangkalan milik F (suami Ny. Risti) pada Selasa (12/5/2026) malam.

Selain mengisi drum di gudang, tangki tersebut juga menyuplai satu truk dan lima mobil pikap yang mengangkut drum berisi Pertamax untuk dibawa ke luar wilayah.

Saat dikonfirmasi, Ny. Risti membenarkan bahwa pangkalan tersebut milik suaminya. Ia berdalih BBM yang dijual adalah jenis nonsubsidi (Pertamax) dan mengklaim memiliki izin, meski dokumen yang ditunjukkan dinilai belum memenuhi syarat.

“Iya, itu suami saya. Minyak itu bukan subsidi, itu jenis Pertamax dan dia juga ada izin,” ujar Risti melalui sambungan telepon saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (12/5/2026).

Ia merincikan, bahan bakar yang diterima SPBU Sanggaoen terdiri dari pertamax 25 kl, pertalite 30 kl, dan solar subsidi 20 kl.

“Dari total pasokan yang diterima, hanya 5 kiloliter (kl) Pertamax yang dimasukkan ke SPBU Sanggaoen. Sementara itu, sisanya sebanyak 20 kl dialokasikan langsung kepada para pengecer, termasuk 5 kl untuk suaminya,” katanya.

Kondisi ini memicu kemarahan warga yang kesulitan mendapatkan BBM di wilayah perkotaan Ba’a dan sekitarnya.

Melki, warga Mokdale, mengaku geram dengan tindakan pengelola SPBU yang dianggap mencari keuntungan pribadi di atas penderitaan masyarakat.

“Ini mafia. Kita masyarakat cari bahan bakar putar satu kota tapi tidak ada. Ternyata penanggung jawab SPBU malah jadi pedagang. Kami minta DPRD segera panggil mereka,” tegas Melki.

Hal senada disampaikan Jhon, warga lainnya yang ikut memantau aktivitas pengisian tangki di pangkalan milik F. Ia mendesak kepolisian untuk bertindak tegas terhadap oknum yang diduga mempermainkan stok BBM.

“Kami harap polisi jangan jadi ‘polisi tidur’. Sudah hampir sebulan BBM langka terus karena pasokan bukan ke SPBU tapi ke pedagang,” keluhnya.

Hingga berita diturunkan, warga setempat mengancam akan melakukan aksi massa dan menduduki Kantor DPRD Rote Ndao untuk menuntut solusi atas kelangkaan BBM dan tindakan tegas terhadap oknum mafia migas di wilayah tersebut. (roy)