Peringati Hardiknas ke-66, Pemkab Lembata Gelar Lari 5 KM dan Dorong Inovasi Pendidikan

oleh -2 Dilihat

LEWOLEBA, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata resmi memulai rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-66 tahun 2026 dengan semangat kolaborasi dan transformasi digital.

Upacara pembukaan yang berlangsung di depan Kantor Bupati Lembata pada Jumat, 24 April 2026, ditandai dengan pelepasan peserta lomba lari 5 kilometer oleh Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir.

​Mengusung tema ‘Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua Menuju Lembata Berinovasi, Cerdas Digital, dan Berakar Budaya’, ajang ini bukan sekadar seremoni tahunan. Dinas Pendidikan setempat mengemasnya sebagai panggung pengembangan bakat bagi ratusan siswa dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP.

Filosofi Payung dan Penguatan Karakter

​Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Muhamad Nasir menegaskan, esensi pendidikan melampaui angka-angka di atas kertas. Ia menyoroti pentingnya pembentukan karakter yang sehat secara jasmani dan rohani. Satu poin menarik yang ia sampaikan adalah filosofi ‘Inovasi Payung’.

​”Payung itu bukan untuk menghentikan hujan, melainkan alat untuk kita bertahan dan tetap melangkah menuju tujuan. Begitu pula inovasi di dunia pendidikan, ia adalah alat bagi kita untuk menghadapi tantangan zaman,” ujar Wabup Nasir di hadapan para pendidik dan pejabat OPD.

Wabup ​Nasir juga menyinggung tiga pilar utama yang menjadi target Pemkab Lembata: inovasi, kecerdasan digital, dan pelestarian budaya lokal. Ia mengingatkan, meski teknologi berkembang pesat, akar budaya harus tetap menjadi fondasi utama dalam mendidik generasi muda.

Kompetisi Sengit dari 9 Kecamatan

​Laporan panitia menyebutkan sebanyak 540 peserta yang terdiri dari siswa-siswi terbaik dan guru pendamping turut ambil bagian dalam rangkaian kegiatan ini. Salah satu daya tarik utama adalah lomba lari 5 kilometer yang diikuti oleh pelari terpilih. Mereka merupakan representasi juara dari 9 kecamatan yang ada di Kabupaten Lembata.

​Selain olahraga Futsal dan lari maraton pendek (5 km), panitia juga menggelar berbagai lomba di bidang lain, diantaranya Akademik: Cerdas cermat, pidato bahasa Inggris, mendikte, dan menulis indah. Bidang ​Seni: Mewarnai (tingkat PAUD/SD), menari, dan paduan suara.

Mobilisasi Dua Lokasi

​Kegiatan peringatan ini dilakukan secara estafet di dua lokasi berbeda guna menjangkau partisipasi masyarakat yang lebih luas.

​Fase Pertama (24 – 27 April), berpusat di Kota Lewoleba, fokus pada lomba lari, mewarnai, dan futsal. ​Fase Kedua (30 April – 2 Mei), bergeser ke Desa Roho, Kecamatan Buyasuri, sebagai lokasi puncak peringatan yang akan ditutup dengan upacara bendera pada 2 Mei mendatang.

​Dukungan finansial kegiatan ini berasal dari Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pendidikan, Dana BOS dari setiap satuan pendidikan, serta dukungan dari Bank NTT sebagai mitra perbankan daerah.

​Melalui ajang ini, Pemkab Lembata berharap dapat melahirkan ‘guru yang menginspirasi’, mengutip pemikiran William Arthur Ward, untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mentalitas pemenang yang menjunjung tinggi sportivitas. (Lakonawa/Prokompimkablembata)