Gubernur Melki: Budaya Lamaholot Harus Jadi Kekuatan Nyata Ekonomi NTT

oleh -61 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Kekuatan budaya Lamaholot dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat jika dikelola secara terarah dan produktif.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kekuatan budaya Lamaholot harus ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata dan produktif bagi pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Festival Lamaholot di GOR Oepoi Kupang, Jumat (10/4). Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Anggota DPR RI Ahmad Yohan, Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, para bupati dari wilayah Lamaholot, serta Ketua Keluarga Besar Lamaholot Kupang Don Ara Kian bersama seluruh anggota.

Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan bahwa masyarakat Lamaholot memiliki modal sosial dan budaya yang sangat kuat. Menurutnya, jika dikelola secara tepat, potensi tersebut dapat menjadi penggerak ekonomi yang signifikan.

“Lamaholot adalah kekuatan budaya yang luar biasa. Ini bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang besar jika kita kelola dengan baik dan terarah,” tegasnya.

Ia mengakui, pendekatan pembangunan berbasis wilayah kerap menghadapi berbagai kendala. Namun, pendekatan berbasis budaya justru memiliki daya rekat yang kuat dalam menyatukan masyarakat lintas daerah.

“Pendekatan kawasan seringkali tidak mudah, tetapi budaya mampu menyambungkan. Ini kekuatan yang harus kita manfaatkan untuk mendorong perputaran ekonomi,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya pengelolaan ekonomi yang terstruktur agar potensi besar masyarakat Lamaholot tidak berhenti pada simbol budaya semata, tetapi mampu menciptakan nilai tambah dan kesejahteraan.

Ia berharap, ikatan kekerabatan yang menjadi ciri khas masyarakat Lamaholot dapat diarahkan menjadi kekuatan yang lebih produktif, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan NTT.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, dalam kapasitasnya sebagai Penasihat Keluarga Besar Lamaholot, mengajak seluruh masyarakat Lamaholot untuk terus menghidupkan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kita harus terus menggaungkan semangat Lamaholot untuk membangun daerah ini. Tangguh, cerdas, pekerja keras, jujur, dan disiplin harus menjadi identitas kita bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya Festival Lamaholot sebagai momentum strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mempersiapkan generasi muda agar lebih aktif berperan dalam pembangunan. Selain itu, ia mendorong agar kegiatan ini dapat diusulkan menjadi agenda tahunan di tingkat Kementerian Kebudayaan.

Festival Lamaholot ini menjadi wadah bagi masyarakat Lamaholot di Kupang untuk berkumpul, berdiskusi, serta merumuskan langkah bersama bagi kemajuan daerah asal.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan seminar yang menghadirkan sejumlah tokoh penting dari wilayah Lamaholot, antara lain Bupati Lembata Petrus Kanisius Tuaq, Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen, Sekretaris Daerah Kabupaten Alor Obeth Bolang, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Linus Lusi.

Seminar ini menjadi forum strategis untuk membahas peluang dan tantangan dalam mendorong kemajuan masyarakat Lamaholot, baik melalui penguatan identitas budaya maupun pengembangan sektor ekonomi, khususnya UMKM dan ekonomi berbasis komunitas.

Melalui diskusi tersebut, diharapkan lahir gagasan-gagasan strategis dan inovatif yang mampu memperkuat posisi Lamaholot sebagai entitas budaya yang tidak hanya solid secara sosial, tetapi juga berdaya saing secara ekonomi.

Festival Lamaholot pun diharapkan menjadi titik awal konsolidasi besar masyarakat Lamaholot untuk memperkuat solidaritas, memperluas jejaring, serta mendorong kontribusi nyata bagi pembangunan Nusa Tenggara Timur. (oan/jdz)