Melki Konsolidasikan Program Pusat dan Daerah, Dorong Demokrasi Ekonomi di NTT

oleh -70 Dilihat

WAIKABUBAK, mediantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena mengkonsolidasikan program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus menekan angka kemiskinan dan stunting di daerah.

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya sinkronisasi program pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten guna mendorong pembangunan ekonomi rakyat di seluruh wilayah NTT.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki dalam pertemuan bersama para pemangku kepentingan Kabupaten Sumba Barat Daya bertema

“Pengembangan Ekonomi Kerakyatan untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Stunting”, Senin (16/3/2026).
Dalam arahannya, Melki menekankan pentingnya mewujudkan demokrasi ekonomi agar manfaat pembangunan dapat dirasakan merata oleh masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa Republik Indonesia dibangun oleh dua tokoh besar, yakni Bung Karno sebagai peletak demokrasi politik dan Bung Hatta sebagai pelopor demokrasi ekonomi.

“Demokrasi politik sudah berjalan baik, tetapi demokrasi ekonomi belum sepenuhnya dirasakan masyarakat. Saat ini Presiden Prabowo sedang mendorong demokrasi ekonomi melalui berbagai program yang diturunkan ke daerah,” kata Melki.

Beberapa program strategis pemerintah pusat tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, swasembada pangan, pembangunan rumah layak huni, Sekolah Rakyat, serta Sekolah Garuda.

Menurut Melki, jika program-program bernilai triliunan rupiah tersebut dikelola dengan baik di daerah, maka akan memicu perputaran ekonomi rakyat. Ia mencontohkan program MBG yang membutuhkan rantai pasok bahan pangan dari masyarakat lokal.

“Daerah harus menyiapkan rantai pasoknya, sehingga kebutuhan dapur MBG bisa dipenuhi dari daerah sendiri dan uangnya berputar di Sumba Barat Daya,” ujarnya.

Melki juga menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT saat ini tengah mengkonsolidasikan berbagai program pembangunan melalui Tim Percepatan Pembangunan NTT yang akan bersinergi dengan pemerintah daerah pada sejumlah sektor strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus mengentaskan kemiskinan dan stunting.

Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya yang dinilai cepat menangkap berbagai peluang pembangunan.

“Saya yakin Sumba akan menjadi tempat keluar masuk yang paling ramai, terbesar dan terbaik di wilayah ini,” katanya.

Selain itu, Melki juga mendorong masyarakat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui bank Himbara dan Bank NTT untuk mengembangkan usaha produktif, mulai dari hilirisasi, pengolahan produk hingga pemasaran.

“Kita ingin masyarakat terbiasa berlatih menjadi pengusaha. Dengan dukungan perbankan, ekonomi rakyat bisa tumbuh lebih kuat,” tambahnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak kendaraan bermotor, serta pembersihan dan validasi data kemiskinan agar program bantuan pemerintah lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Daya Ratu Ngadu Bonnu Wulla memaparkan berbagai program yang telah dijalankan pemerintah daerah untuk mendorong ekonomi masyarakat dan menekan angka kemiskinan.

Beberapa di antaranya pemberian bantuan ayam petelur kepada kelompok masyarakat, bantuan alat dan mesin pertanian, bantuan ternak, program rumah layak huni, pemasangan meteran listrik, serta pengembangan destinasi wisata seperti Laguna Waikuri dan Pantai Mananga Aba.

Pemerintah daerah juga terus mendorong pertumbuhan UMKM, termasuk dengan pembangunan Tambolaka Kuliner Centre (TCC) yang akan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, Pemkab Sumba Barat Daya telah membuka rute penerbangan baru oleh maskapai Batik Air untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung promosi pariwisata daerah.

“Ini langkah strategis untuk membuka akses dan mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ratu Wulla.

Di bidang perlindungan sosial, Pemkab juga memberikan bantuan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal, bantuan bibit hortikultura, serta mendorong digitalisasi pengelolaan pendapatan daerah.

Usai pertemuan, Gubernur Melki juga mengunjungi NTT Mart by Dekranasda Sumba Barat Daya dan berbelanja berbagai produk lokal seperti tenun, kopi, serta olahan pangan lokal.

Kunjungan ini sekaligus menjadi ajakan bagi ASN dan masyarakat untuk mendukung produk lokal dengan berbelanja di NTT Mart sebagai upaya memperkuat ekonomi rakyat. (*/jdz)