KUPANG, mediantt.com – Bank NTT kembali menggelar Customer Gathering 2026 wilayah Kota Kupang sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah, debitur, pelaku UMKM, serta pemerintah daerah.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan ini berlangsung Kamis (12/2/2026) sore di Hotel Aston Kupang. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat relasi, memaparkan inovasi produk, sekaligus menyerap aspirasi nasabah demi peningkatan kualitas layanan perbankan.
Hadir dalam acara tersebut Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus; Komisaris Independen Frans Gana; Rektor Undana Prof. Jefri Bale; Bupati Kupang Yosef Lede; Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak; serta sejumlah pengusaha, termasuk perwakilan etnis Tionghoa.
Sementara itu, Gubernur NTT selaku Pemegang Saham Pengendali (PSP) Melki Laka Lena dan Komisaris Utama Donny Heatubun mengikuti kegiatan secara hibrid dari Maumere.
Customer Gathering yang digelar menjelang perayaan Imlek 2026 ini berlangsung semarak. Penampilan Barongsai Atoin Meto, paduan suara NTT Bernyanyi binaan Bank NTT yang tampil perdana, hingga penarikan undian berhadiah dari Kantor Cabang Khusus (KCK) Kupang berupa sepeda motor, sepeda gunung, sepeda listrik, kulkas, dan gawai, turut memeriahkan suasana.
Ekspansi ke Dunia Usaha
Dalam sesi perkenalan manajemen baru, Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi dengan para pelaku usaha di NTT. Ia menyatakan akan melakukan pendekatan langsung dan road show guna mengajak pengusaha menjadi bagian dari Bank NTT.
“Bank NTT itu aman (safe) karena dimiliki oleh pemerintah daerah dengan jumlah pemegang saham yang banyak. Menyimpan uang di Bank NTT adalah pilihan yang tepat,” ujar Charlie, yang memiliki pengalaman 35 tahun di industri keuangan nasional.
Charlie mengungkapkan, saat ini sekitar 90 persen pembiayaan Bank NTT masih didominasi kredit konsumtif dengan mayoritas nasabah dari kalangan ASN. Karena itu, ke depan Bank NTT akan mendorong pembiayaan yang lebih produktif guna menggerakkan sektor riil.
“Sebagai bank pembangunan daerah, Bank NTT telah memetakan potensi nasabah dan mulai memperluas pendekatan ke sektor usaha guna memperkuat kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Charlie Paulus.
Siapkan Skema Pembiayaan Alternatif
Secara terpisah melalui sambungan langsung, Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan pentingnya peran Bank NTT dalam mendukung visi “Ayo Bangun NTT”.
Ia menekankan bahwa penguatan ekonomi daerah harus didorong dari berbagai sektor, mulai dari ekonomi, sosial, budaya hingga pendidikan, dengan Bank NTT sebagai instrumen strategis.
“Bagaimana memastikan bank daerah, Bank NTT, menjadi rumah yang aman dan membantu para pengusaha,” tegas Melki didampingi Komisaris Utama Donny Heatubun.
Melki juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTT tengah menyiapkan skema pembiayaan alternatif di luar APBN dan investasi konvensional, guna memperluas ruang gerak pembangunan daerah.
Customer Gathering ini menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan Bank NTT untuk terus memperkuat sinergi demi pertumbuhan ekonomi NTT yang berkelanjutan. (*)
