Kelangkaan BBM di Lembata: Pemkab Pastikan Bukan Akibat Terhentinya Pasokan

oleh -97 Dilihat

LEWOLEBA, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi dalam dua hari terakhir di wilayah Lembata bersifat insidentil. Hal ini disebabkan oleh kendala cuaca ekstrem dan gangguan pada transportasi laut, bukan karena terhentinya pasokan BBM dari pihak Pertamina.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Lembata dalam rapat koordinasi bersama unsur Forkopimda di ruang rapat Bupati Lembata pada Jumat (23/1).

Berdasarkan informasi resmi yang diterima dari Fuel Terminal Manager Pertamina Patra Niaga Maumere, Kabupaten Sikka, Zakiudin, diketahui bahwa pengiriman BBM untuk Lembata pada 21 dan 22 Januari 2026 tetap dilakukan, namun dengan kuota yang tidak optimal.

Hal ini dikarenakan pengiriman dilakukan menggunakan kapal pengganti berukuran lebih kecil (ZKP2), sehingga terjadi kekurangan sekitar 10 kiloliter (KL) dari kuota normal.

Selain itu, kelangkaan BBM juga dipengaruhi oleh kebijakan sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang menahan sementara penjualan BBM sebagai langkah antisipasi terhadap potensi keterlambatan kapal pengangkut akibat cuaca buruk.

Lebih lanjut, kapal pengangkut BBM Trans Florety sempat tertahan di Pelabuhan Larantuka dan tidak diizinkan berlayar karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Kapal tersebut baru dapat diberangkatkan pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WITA dan diperkirakan sandar di Pelabuhan Lewoleba pada pukul 14.00 WITA.

Pemerintah Kabupaten Lembata juga menerima laporan dari SPBU Ile Ape terkait pengiriman BBM pada 21 Januari 2026, yang terdiri dari Pertalite 5 KL dan Biosolar 5 KL untuk wilayah Tanah Merah. Keterlambatan kedatangan kapal menyebabkan distribusi BBM baru dapat dilakukan pada hari ini.

Sementara itu, pengiriman BBM dari Larantuka pada 22 Januari 2026 yang meliputi Pertamax 5 KL dan Pertadex 5 KL, hingga saat ini masih dalam perjalanan karena kendala cuaca laut.

Pemerintah Kabupaten Lembata memastikan bahwa pasokan BBM akan segera kembali normal seiring dengan kedatangan kapal pengangkut dan distribusi BBM ke seluruh SPBU di wilayah Lembata.

Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan situasi ini kepada pemerintah daerah bersama Pertamina dan pihak terkait.

“Pemerintah Kabupaten Lembata berkomitmen untuk menjaga stabilitas distribusi energi demi kelancaran aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di daerah,” ujar pihak Pemkab Lembata.

Pemerintah Kabupaten Lembata terus melakukan koordinasi intensif guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. (Lakonawa/Prokompimkablembata)