Foto bersama di Kapela Santa Maria Tak Bernoda Oesuu, 18 Januari 2026.
OESUSU, mediantt.com – Mahasiswa mahasiswi Semester III E STIPAS Keuskupan Agung Kupang, menggelar Weekend Pastoral di Stasi Oesusu, Paroki Santa Maria Fatima Taklale, selama 16–18 Januari 2026, mengusung tema “Kelahiran Yesus Menuntun Iman dan Karakter,” dengan melibatkan umat secara aktif dalam berbagai kegiatan pastoral dan liturgi.
Kegiatan Weekend Pastoral yang dilaksanakan oleh mahasiswa/i Semester III E dari Sekolah Tinggi Ilmu Pastoral, dalam rangka pemenuhan Mata Kuliah Pastoral Umat, berlangsung lancar dan mendapat sambutan antusias dari umat Stasi Oesusu. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, 16–18 Januari 2026, dengan mengangkat tema “Kelahiran Yesus Menuntun Iman dan Karakter.”
Weekend Pastoral ini melibatkan seluruh umat stasi, pengurus gereja, serta mahasiswa sebagai pelayan pastoral. Berbagai kegiatan dirancang untuk menjawab kebutuhan rohani umat sekaligus menjadi ruang belajar langsung bagi mahasiswa di tengah kehidupan menggereja.
Ketua Panitia, Ongki Mali, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman pastoral nyata bagi mahasiswa sekaligus membantu menghidupkan kembali dinamika kehidupan menggereja di stasi.
“Melalui Weekend Pastoral ini, mahasiswa belajar untuk hadir, mendengar, dan melayani umat secara langsung. Kami bersyukur karena umat menerima kami dengan sangat terbuka dan terlibat aktif dalam setiap kegiatan,” ungkap Ongki.
Selama Weekend Pastoral, mahasiswa melaksanakan berbagai kegiatan, antara lain kunjungan keluarga, pendampingan anak dan remaja, ibadat bersama, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan liturgi dan pelayanan umat. Seluruh rangkaian kegiatan ini disusun berdasarkan kebutuhan pastoral umat setempat.
Ketua Dewan Stasi Oesusu, Gabriel Siga, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa dan dosen pendamping. Menurutnya, kegiatan ini membawa semangat baru bagi umat stasi.
“Kehadiran mahasiswa sangat membantu umat, terutama dalam menghidupkan kembali kebersamaan dan semangat pelayanan. Kami merasa diperhatikan dan dikuatkan dalam kehidupan menggereja,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan Weekend Pastoral dapat terus berlanjut karena memberikan dampak positif, baik bagi umat maupun bagi mahasiswa yang sedang menjalani proses pembelajaran pastoral.
Sementara itu, Dosen Pendamping Mata Kuliah Pastoral Umat, Valentinus Kopong Masan, menegaskan bahwa Weekend Pastoral merupakan bagian penting dalam pembentukan mahasiswa.
“Pastoral tidak hanya dipelajari di ruang kelas, tetapi harus dialami secara langsung. Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar membangun empati, tanggung jawab, dan kepekaan terhadap realitas umat,” jelasnya.
Valentinus menambahkan bahwa pengalaman lapangan ini diharapkan mampu membentuk calon pelayan Gereja yang mampu mengintegrasikan pengetahuan, iman, dan tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan Weekend Pastoral ditutup dengan evaluasi bersama serta ungkapan terima kasih dari mahasiswa kepada umat dan pengurus stasi. Suasana kekeluargaan yang tercipta menjadi penanda bahwa kegiatan ini bukan hanya sarana pembelajaran, tetapi juga ruang perjumpaan iman dan kasih antara mahasiswa dan umat. (*/jdz)
