BOUR, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata terus mendorong inovasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pemanfaatan aset daerah secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Salah satu langkah strategis tersebut adalah pembangunan Rumah Walet yang terintegrasi dengan konsep pariwisata di kawasan Bukit Cinta Lembata, Desa Bour.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, meresmikan fasilitas ini dengan harapan besar untuk mendongkrak perekonomian daerah, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal.
Acara yang berlangsung pada 9 Januari 2026 tersebut juga dihadiri oleh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba, Plt. Camat Nubatukan, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
Rumah Walet yang dibangun di Bukit Cinta ini bukan sekadar tempat beternak walet, tetapi juga berfungsi sebagai objek wisata baru yang menawarkan pengalaman menarik bagi pengunjung.
Dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lembata, pembangunan rumah walet ini merupakan bagian dari upaya untuk memadukan sektor pariwisata dengan ekonomi kreatif berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
Menurut laporan panitia, pembangunan rumah walet ini bertujuan untuk meningkatkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta memperkenalkan potensi ekonomi kreatif daerah.
Dengan pengelolaan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, proyek ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan ekosistem sambil memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat setempat.
Dari sisi ekonomi, rumah walet ini diproyeksikan akan menghasilkan 2,5 kilogram produksi sarang walet dalam enam bulan pertama, dengan harga jual mencapai Rp8 juta per kilogram.
Ini membuka peluang besar bagi daerah untuk meningkatkan PAD melalui pendapatan dari produksi walet dan sektor pariwisata yang semakin berkembang. Selain itu, proyek ini juga menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
Bupati Kanis Tuaq mengatakan, inovasi ini adalah bagian dari visi pembangunan yang termaktub dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lembata, terutama untuk memperkuat sektor pariwisata pasca-pandemi Covid-19.
“Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga berupaya menciptakan sumber-sumber ekonomi baru yang berkelanjutan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Bupati.
Bupati juga menginstruksikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yakobus Andreas Wuwur, untuk memastikan perawatan dan pengelolaan fasilitas pendukung yang ada di kawasan Bukit Cinta, termasuk lampu penerangan dan infrastruktur lainnya.
Pemerintah Daerah juga sedang dalam proses mencari mitra pihak ketiga yang dapat mengelola aset ini secara profesional untuk memaksimalkan potensi ekonomi yang ada.
Bupati Kanis Tuaq mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia perbankan dan pelaku usaha, untuk mendukung penuh upaya pemulihan dan penguatan ekonomi daerah.
“Dengan dukungan dari semua pihak, kita optimis bahwa aktivitas ekonomi di Kabupaten Lembata akan kembali tumbuh dan berkembang untuk kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Inovasi pariwisata dan ekonomi ini menjadi contoh nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam mengelola potensi daerah secara maksimal dan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan daya saing daerah. (Lakonawa/Prokompimkablembata)
