Refleksi HUT ke-67 NTT: Gubernur Melki Dorong Ekonomi Desa, Jaga Alam, Perkuat SDM

oleh -133 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – “NTT lahir dari perjuangan dan persatuan. Kita hidup di gugusan pulau yang terpisah oleh laut, tetapi disatukan oleh spirit Ayo Bangun NTT yang berakar dari nilai-nilai Pancasila.”

Hal itu disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Provinsi NTT di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (20/12/2025) pagi.

Dalam amanatnya, Gubernur menegaskan bahwa peringatan HUT Provinsi NTT bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi dan penguatan tekad kolektif untuk menjawab tantangan pembangunan daerah secara berkelanjutan.

Mengusung tema “Sinergitas 7 Pilar dalam Mendukung Percepatan NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi lintas sektor. Ia menekankan, penguatan ekonomi berkelanjutan harus dimulai dari desa dengan mengoptimalkan sektor pertanian, peternakan, perikanan, kelautan, pariwisata, dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat NTT.

“Desa bukan lagi pinggiran, melainkan fondasi pembangunan. Hasil bumi harus diolah di kampung sendiri, oleh orang kita sendiri, dan manfaatnya kembali kepada rakyat NTT,” tegasnya.

Gubernur Melki juga mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Pembangunan hari ini, menurutnya, tidak boleh dibayar dengan kerusakan alam yang mengancam keberlanjutan hidup generasi mendatang.

Di bidang pembangunan manusia, Pemerintah Provinsi NTT terus memprioritaskan peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan. Upaya tersebut mencakup percepatan penurunan angka stunting, penguatan layanan kesehatan hingga wilayah terpencil, serta pemerataan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.

Menutup amanatnya, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan perbedaan, memperkuat semangat gotong royong, dan membangun NTT secara bersama-sama.

“Dengan semangat #BetaNTT – Manis dan Bae, Baku Sayang, Baku Jaga, sebagai tagline persatuan diaspora membangun NTT, mari kita berjalan bersama, bekerja dengan hati, dan membangun NTT yang bermartabat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Upacara peringatan HUT ke-67 Provinsi NTT dihadiri Ketua DPRD Provinsi NTT Emilia Nomleni, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma bersama Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Ny. Vera Christina Asadoma Sirait, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi NTT, unsur Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, pimpinan perbankan, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan NGO/LSM, organisasi pemuda dan perempuan, serta ASN, TNI, dan Polri.

Pada momentum tersebut, Pemerintah Provinsi NTT juga menyampaikan sejumlah capaian strategis, khususnya di bidang kesehatan. Di antaranya penilaian sangat baik (nilai 8,31) atas pelaksanaan kerja dekonsentrasi melalui implementasi E-Monev Kementerian Kesehatan Tahun 2024.

NTT juga menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan RI sebagai provinsi dengan capaian intervensi spesifik stunting terbaik kategori Regional II, serta Anugerah Lentera Emas Kementerian Kesehatan RI Tahun 2025 kepada UPTD Pelatihan Tenaga Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi NTT sebagai Juara III kategori lembaga pelatihan.

Upacara turut dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat tanah milik Pemerintah Provinsi NTT oleh Kepala Kanwil BPN Provinsi NTT, Fransiska Vivi Ganggas, kepada Gubernur NTT. Selain itu, diserahkan pula insentif bagi guru dan tenaga kependidikan SMA/SMK/SLB, apresiasi GTK tingkat nasional Tahun 2025, Bantuan Siswa Miskin Berprestasi (BSM) kepada 1.124 siswa SMA/SMK se-NTT, bantuan bagi tujuh SMK Unggulan Potensi Daerah, serta penghargaan bagi para pemenang Lomba Liga Eksekutif Tahun 2025.

Gubernur NTT juga menyerahkan penghargaan kepada Kompol Budi Guna Putra, S.I.K., dari Direktorat Polairud Polda NTT Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, atas dedikasi dan pengabdiannya dalam menjaga kelestarian laut NTT, khususnya dalam pengungkapan kasus penangkapan ikan yang merusak biota laut.

Rangkaian peringatan HUT ke-67 Provinsi NTT dimeriahkan dengan pemotongan tumpeng, penampilan seni dan kreativitas pelajar, drumband SMA Negeri 6 Kupang dan SMA Negeri 1 Kupang, serta ditutup dengan tarian Lego-lego dan Gawi bersama. (*)