10 Bulan Melki-Johni: Dari NTT Mart hingga Sekolah Vokasi, Dasa Cita Mulai Berbuah

oleh -170 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma memaparkan capaian sepuluh bulan kepemimpinan mereka dalam mengimplementasikan Dasa Cita, sesuai janji kampanye, pada kegiatan coffee morning bersama media massa di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Jumat (19/12/2025).

Gubernur Melki menjelaskan, dari sepuluh Dasa Cita yang dicanangkan, sebagian besar telah berjalan dan mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat NTT.

Pada Dasa Cita pertama, yakni penguatan ekonomi berbasis komunitas melalui program One Village One Product, One Community One Product, dan One School One Product, Pemerintah Provinsi NTT telah membangun sembilan unit NTT Mart. Rinciannya, empat unit di daratan Timor, dua di Flores, dua di Sumba, dan satu di Kabupaten Rote Ndao.

Dasa Cita kedua, yang menempatkan milenial dan perempuan sebagai motor penggerak kreativitas lokal, direalisasikan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi dan penguatan kapasitas. Sementara itu, Dasa Cita ketiga diwujudkan dengan menjadikan pariwisata sebagai lokomotif ekonomi lokal melalui agenda seperti Tour de NTT, Kupang Exotic Run, lomba pohon Natal yang direncanakan menjadi agenda tahunan, serta beragam kegiatan bertajuk Exotic NTT.

Pada Dasa Cita keempat, Pemprov NTT memprioritaskan perlindungan sosial bagi warga kurang mampu dengan menargetkan sekitar 100 ribu penerima manfaat melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS Ketenagakerjaan.

Upaya percepatan penurunan stunting menjadi fokus Dasa Cita kelima. Pemerintah daerah melatih kader posyandu untuk memperkuat intervensi pencegahan stunting, dengan sejumlah wilayah prioritas, salah satunya Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Untuk Dasa Cita keenam, Melki–Johni merencanakan pembangunan 10 sekolah vokasi berasrama di seluruh wilayah NTT dengan konsep sekolah rakyat. Peserta didik akan dibekali keterampilan praktis sesuai potensi daerah. Secara khusus, akan dibangun sekolah vokasi garam di Rote Ndao dan sekolah vokasi Energi Baru Terbarukan (EBT) di Flores.

Pada Dasa Cita ketujuh, pemerintah daerah berkomitmen memaksimalkan anggaran daerah serta dukungan pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur. Seluruh ruas jalan provinsi ditargetkan tertangani, disertai pengembangan infrastruktur air untuk pertanian, peternakan, dan air minum.

Selain itu, program listrik gratis akan dipasang di wilayah yang masih kekurangan akses listrik. Program rumah layak huni juga terus dijalankan, termasuk renovasi rumah senilai Rp20 juta per unit yang dapat dikolaborasikan dengan dana desa. Dengan skema ini, diperkirakan hingga 31 ribu rumah dapat tertangani apabila setiap desa membantu minimal 10 unit rumah.

Dasa Cita kedelapan difokuskan pada penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Gubernur Melki mengakui, saat ini ruang fiskal daerah masih terbatas. Namun pada 2026, PAD NTT ditargetkan mencapai Rp2,8 triliun, meningkat signifikan dibanding target 2025 sebesar Rp1,4 triliun. Jika tercapai, pemerintah daerah akan memiliki ruang lebih besar dalam meningkatkan pelayanan publik. Ia menegaskan, anggaran dari pemerintah pusat tidak dapat diubah peruntukannya karena telah ditetapkan secara ketat.

Selanjutnya, Dasa Cita kesembilan diarahkan pada reformasi birokrasi, antara lain melalui pembukaan Meja Rakyat sebagai sarana pelayanan dan pengaduan masyarakat. Percepatan digitalisasi juga terus dilakukan melalui kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Sementara Dasa Cita kesepuluh menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan mimpi bersama NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan. Dalam konteks ini, Gubernur Melki menegaskan bahwa penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu isu prioritas pemerintah provinsi.

Melalui kegiatan coffee morning ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap media massa dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi pembangunan secara utuh kepada masyarakat, sekaligus mengawal pelaksanaan Dasa Cita agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat NTT. (roy)