Kuota 2025 Hampir Tercapai, Bank NTT Percepat Pembiayaan KPR FLPP di Kabupaten Kupang

oleh -162 Dilihat

OELAMASI, mediantt.com – Bank NTT menegaskan komitmennya dalam memperluas akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) melalui Program Kredit Pemilikan Rumah Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP).

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Pembiayaan KPR Sejahtera FLPP yang digelar Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) di Aula Kantor Bupati Kabupaten Kupang, Oelamasi, Rabu (3/12/2025).

Kepala Divisi Kredit Menengah dan Komersil Bank NTT, Soleman Bisilisin, menjelaskan, Bank NTT telah menyalurkan pembiayaan KPR FLPP sejak tahun 2018. Hingga saat ini, tercatat 2.042 unit rumah telah dibiayai dengan total nilai pembiayaan lebih dari Rp201 miliar.

Pada tahun 2025, Bank NTT memperoleh kuota pembiayaan sebanyak 300 unit rumah. Dari jumlah tersebut, 243 unit telah terealisasi, sementara 7 unit sedang dalam tahap akad kredit. Dengan demikian, masih tersisa 40 unit yang perlu direalisasikan untuk memenuhi target pembiayaan tahun berjalan.

“Proses pengajuan KPR FLPP di Bank NTT relatif cepat, khususnya bagi ASN, karena penghasilan calon debitur masuk melalui Bank NTT sehingga verifikasi lebih mudah dan efisien. Yang terpenting, dari sisi pengembang, unit rumah harus dalam kondisi siap,” jelas Soleman.

Ia juga optimistis sisa kuota dapat tercapai hingga akhir tahun dengan dukungan para developer perumahan di Kabupaten Kupang.

Sementara itu, Asisten I Setda Kabupaten Kupang, Guntur Taopan, menegaskan, persoalan perumahan menjadi salah satu perhatian utama Bupati Kupang. Menurutnya, penataan permukiman merupakan langkah dasar dalam menata kawasan perkotaan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga mengungkapkan, pemerintah daerah tengah menjajaki skema pengadaan rumah bagi ASN melalui tunjangan kesejahteraan. “Kreditnya bisa lewat Bank NTT. Kalau lewat Bank NTT pasti aman,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Kepesertaan Non Pemerintah BP Tapera, Budi Santoso, menyampaikan bahwa sosialisasi di Kabupaten Kupang merupakan kegiatan kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Pemerintah Provinsi NTT.

Menurutnya, terdapat dua tujuan utama dari kegiatan ini, yakni memastikan informasi pembiayaan FLPP tersampaikan secara luas kepada masyarakat serta mendorong peningkatan realisasi agar sejalan dengan target nasional.

“Realisasi harus terus meningkat. Ini sesuai dengan arahan Presiden untuk mencapai pembiayaan 3 juta rumah,” kata Budi.

Dia menambahkan, BP Tapera juga membuka peluang pengembangan skema pembiayaan baru, termasuk pembangunan rumah di atas tanah milik sendiri, tidak hanya pembelian rumah siap huni melalui KPR. (jdz)