WKRI Sikumana Gelar Konfercab III; Bergerak Bersama dalam Spirit Solidaritas dan Saling Peduli

oleh -549 Dilihat

Ketua WKRI Paroki St Familia Sikumana, Lusia Fransiska Tiwe (kedua dari kanan).

SIKUMANA, mediantt.com – Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Cabang Paroki Sta Familia Sikumana, menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) III, pada Sabtu (29/3/2025), di Aula Paroki. Konfercab III ini mengambil tema; “Bergerak Bersama menjadi Penabur Benih Injil yang Menghidupkan dan Membangun Solidaritas dan Subsidiaritas”.

Ketua WKRI DPC Sta. Familia, Lusia Fransisca Tiwe, dalam sambutan pembukaan mengingatkan semua anggota WKRI untuk saling peduli, juga bertanggung jawavmb satu sama lain tanpa melihat perbedaan.

“Dengan tema ini, mari kita bersyukur atas Kasih Allah yang terus mendampingi kita dan memampukan WKRI dapat menjalankan berbagai program pelayanan, baik di lingkungan organisasi, maupun di lingkungan masyarakat. WKRI diharapkan dapat menjadi agen perubahan positif di dunia, menaburkan kebaikan, kasih sayang, dan kebenaran seperti yang diajarkan injil, membawa hidup dan harapan bagi sesama,” jelas Lusia Fransisca.

Dia juga mengatakan, dalam spirit solidaritas dan subsidiaritas, pihaknya mengajak WKRI untuk saling peduli dan bertanggungjawab satu sama lain, saling membantu tanpa melihat perbedaan, dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama. “Dan spirit subsidiaritas membuat kita saling menghormati keputusan yang diambil oleh masing-masing komunitas, menghargai kekhususan yang membuatnya berbeda satu sama lain, namun semuanya sama-sama dipanggil untuk mewartakan kasih Tuhan yang bermuara pada tujuan
yang sama, yaitu kesejahteraan bersama,” jelas Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT ini.

Menurut dia, ada empat (4) isue strategis yang menjadi perhatian WKRI secara nasional. (1) korupsi dan pengeroposan indologi bangsa. (2) Perempuan dan anak dalam konteks kemiskinan agar dapat mengarahkan kesejateraan bersama
menuju Indonesia Emas. (3) Lingkungan hidup dan perubahan iklim agar dapat menuju ekologi sosial yang bermartabat, sejahtera berkeadilan; (4) Perempuan dan teknologi, agar dapat memanfaatkan
perkembangan teknologi dan informasi (TI) secara berdaya guna, bijaksana dan beretika.

Karena itu, jelas dia, diharapkan para utusan, peninjau dan seluruh peserta konfercab, perlu sungguh-sungguh berupaya dapat memberikan buah-buah pikiran yang dapat dilaksanakan oleh WKRI di lingkungan gereja dan masyarakat sekitar sesuai dengan perkembangan dan kebutuhannya.

“Saya menyampaikan terima kasih untuk dukungan semua pihak terhadap WKRI dalam melaksanakan program kerja dan karya pelayanan, Penasehat Rohani Pater Sebast Wadjang, SVD, DPP dan para ketua wilayah se-Paroki St Familia, DPD WKRI NTT, dan mitra kerja WKRI luar gereja,” katanya.

Lusia Fransiska juga berharap, Konfercab III ini memberikan harapan dan semangat juang tinggi, untuk terus menggerakkan program-programnya. “Semoga Konfercab yang kita laksanakan ini, memberikan harapan baru dan semangat juang yang tinggi bagi ibu-ibu WKRI. Mari kita sukseskan Konfercab III ini, kita mohon Allah Yang Maha Kasih menyertai kita selama berlangsungnya kegiatan ini, membuka hati dan pikiran kita agar dapat mencapai hasil yang menampilkan sukacita bagi organisasi, masyakat dan gereja. Selamat berkonfercab. Tuhan Memberkati!” tegasnya.

Materi Konfercab

Untuk diketahui, materi Konfercab III ini antara lain; Rekolesi dengan thema cWKRI, Bergerak Bersama menjadi Penabur Benih Injil yang Menghidupkan”.

Juga ada Lokakarya atau Seminar, membedah soal Wanita Katolik RI; Perempuan berdaya dan berpengharapan, yang membangun komitmen yang kuat untuk menghormati serta membela hak asasi dan martabat hidup semua orang dari konsepsi hingga kematian alami.

Sedangkan materi sidang-sidang pleno dan komisi, terdiri dari; Laporan Pertanggungjawaban DPC WKRI Paroki Sikumana, Rancangan program peningkatan kualitas organisasi periode 2025-2028; Rancangan Program Kerja periode 2025-2028; dan masukan dari Rakorcab/Rapat Berkala DPC/Ranting/Seminar/Lokakarya. (jdz)