Kupang, mediantt.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bersama berbagai elemen masyarakat menyatakan dukungan kepada Presiden Joko Widodo dan Wakilnya Ma’ruf Amin yang sudah terpilih untuk periode 2019-2024.

Dukungan tersebut disampaikan lewat pernyataan sikap Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat bersama para bupati/wakil bupati, pimpinan TNI-Polri di NTT, pemimpin lintas agama, pimpinan perguruan tinggi, serta semua aparatur sipil negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi di halaman Kantor Gubernur NTT di Kupang, Jumat (27/9).

“Menolak sikap dan tindakan radikalisme, intoleransi, dan inkonstitusional terhadap hasil Pilpres 2019 dan mendukung penuh Ir Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden Indonesia terpilih 2019-2024,” demikian salah satu isi pernyataan sikap yang dibacakan Prof Dr Mien Ratoe Odjoe.

Pernyataan sikap ini disampaikan untuk menyikapi situasi politik di Tanah Air akhir-akhir ini yang diwarnai dengan aksi unjuk rasa para mahasiswa dan elemen masyarakat di berbagai daerah.

Sikap lain yang dinyatakan di antaranya, mendorong para pemimpin bangsa dan masyarakat di tingkat nasional dan daerah untuk bersama-sama menjaga kebhinekaan dan kedaulatan NKRI dan menghindari pemaksaan kehendak dan pendapat yang bertentangan dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945.

Menjaga suasana batin dan membangun serta memviralkan sikap saling percaya, saling menghargai, saling melindungi dalam bingkai NKRI di antara sesama anak bangsa.

Selain itu, menegakkan demokrasi yang bertanggung jawab dan wajib memperhatikan kebebasan orang lain untuk memberikan pelajaran sikap dan perilaku bagi generasi bangsa ke depan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Setelah pernyataan sikap dibacakan, semua elemen pimpinan lintas instansi yang hadir dalam kesempatan tersebut melakukan pendatanganan sebagai wujud komitmen bersama.

Jangan Coba-coba

Gubernur Viktor juga menegaskan, negara memberikan kebebasan kepada setiap warga bangsa untuk menyampaikan pendapat di muka umum. “Tapi bila ada niat dari kelompok-kelompok tertentu yang ingin menghancurkan dan menurunkan Presiden RI sebagai pemimpin yang sah maka NTT memberikan pesan; bahwa Presiden yang tidak mempunyai kesalahan apapun, bekerja secara luar biasa; jangan pernah ada yang coba-coba,” tandas Gubernur.

Menurut VBL, segala masalah dan aspirasi-aspirasi yang ada mampu disalurkan lewat DPR. “Kalau masalah hukum, kita lewat jalur hukum. Semua tersedia di dalam bingkai NKRI; yang mengedepankan; mempertuankan hukum sebagai tuan dan panglimanya. Karena itu, tidak boleh kita bergerak di luar konstitusi,” ucap mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI.

Ia menambahkan, “Kita bersyukur karena di bawah pemerintahan Predisen Joko Widodo, kita mampu menyelesaikan masalah-masalah besar yang sebelumnya tidak terselesaikan”.

Di tempat yang sama, Bupati Ende, Haji Achmad Djafar meminta Gubernur VBL agar aspirasi yang disuarakan ini bisa disampaikan kepada Presiden dan DPR RI. “NTT dukung sepenuhnya kepemimpinan Presiden Jokowi. Jangan sampai ada pihak yang ingin menggagalkan pelantikan presiden tanggal 20 Oktober 2019,” tandas Bupati.

Sebelumnya juga diisi orasi dari Rektor Undana Kupang, Prof. Fred Benu, Pimpinan sementara DPRD NTT, Yunus Takandewa, dan Ketua MUI NTT, Drs. Haji Abdul Kadir Makarim. (*/jdz)