Pembangunan Bendungan Napun Gete Capai 46 Persen

by -58 views
KUPANG – Bendungan Napun Gete, di Desa Ili Medo, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, pelaksanaan pembangunannya terus berlangsung dan sudah mencapai 46 persen. Bendungan dengan kapasitas tampung 14 juta meter kubik air itu, dibangun menggunakan dana APBN dengan nilai kontrak, sebesar Rp 849.959.499.000.
Penandatangan kontrak kerja pembangunan Bendungan Napu Gete dengan sistem kontrak multi yeras (2016 – 2020), dilakukan di Kementerian PUPR, Jakarta, 7 Desember 2016. Penandatanganan dilakukan antara Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II selaku pengguna jasa dan PT Nindya Karya (NK) selaku penyedia jasa. Sesuai nomor kontrak: HK.02.03/SATKER/PJSA-NT.II/DSE.II/302/XII/2016, tanggal 7 Desember 2016.
Sedangkan biaya pekerjaan supervisi ditangani PT Indra Karya, PT Innako Internasional Konsulindan dan PT Virama Karya, sebesar Rp 34.720.000.000. Nomor kontrak tertanggal 9 Desember 2016. Dan masa waktu pelaksanaan pembangunannya selama 1.470 hari kalender.
Konstruksi bendungan Napun Gete, sistem roktill (timbunan batu) dengan ketinggian pondasi 52 meter, kedalaman 48 meter dan panjang bendungan 585 meter. Lokasi pembangunannya tepat berada di pusat kali besar Napun Gete, seluas 161,61 hektar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) NTT, Andre Koreh, dihubungi lewat telpon seluler, Sabtu (16/12), mengatakan proses pekerjaan pembangunan bendungan Napun Gete, sementara berjalan dan telah mencapai 46 persen. Terkait anggaran pembangunannya, tutur Andre Koreh, bersumber dari APBN dengan sistem kontrak tahun jamak.
Ia juga menjelaskan, untuk bendungan Ritiklot, di Kabupaten Belu, pekerjaan fisik telah mencapai 85 persen dan diprediksi selesai April 2018. Sedangkan untuk Bendungan Raknamo, di Kabupaten Kupang, pelaksana PT Waskita Karya, pekerjaan fisik sudah selesai mencapai top level (tingkat tinggi).
Gubernur Frans Lebu Raya, dalam rapat kerja dengan Camar se-NTT, beberapa waktu lalu,  mengemukakan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla, telah memberikan perhatian serius kepada NTT.
Perhatiannya dengan menetapkan sejumlah proyek strategis nasional (PSN) di wilayah NTT. Diantaranya, tiga pos lintas batas negara (PLBN), masing-masing, PLBN Motaain (Belu), Motamasin (Malaka) dan PLBN Wini (TTU). Juga di NTT, dibangun tujuh bendungan, yaitu Raknamo, Rotiklot, Temef (TTS), Lambo (Nagekeo), Manikin (Kabupaten Kupang), Wae Bara (Sumba Timur) dan Wola Pare, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). (hms/son/jdz)