Anita Gah Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan Bagi Kaum Muda

by -199 views

Kupang, mediantt.com – Anggota Komisi X DPR RI, Jacoba Anita Gah, sangat peduli dengan pembangunan karakter kaum muda. Bagi dia, ini menjadi fondasi bagi kaum muda untuk berperan aktif melawan ketidakadilan dan kesewenangan.

Ketika menggelar sosialisasi di Aula Gereja Kota Kupang, Selasa (18/7), Anita Gah mengatakan, empat Pilar Kebangsaan harus dimaknai dan dilaksanakan, jangan hanya menjadi symbol. Sebab, banyak putra putri bangsa ini terlibat dalam berbagai aksi kriminal dan tindakan diskriminatif.

Karena itu, sebut dia, diperlukan dan terus dilakukan sosialisasi dengan dasar hukum UU No 17 Tahun 2014 jo UU No 42 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD pasal 5 huruf a dan b pasal 11 huruf c, Peraturan MPR RI No 1 Tahun 2014 dan Inpres No 6 Tahun 2005 tentang Dukungan Kelancaran Pelakaanaan Sosialisasi UUD RI Tahun 1945 yang dilakukan MPR.

“Tidak ada lagi nilai kebangsaan maka diperlukan peran aktif pemuda saat ketidakadilan dan kesewenangan terjadi, yang dilakukan oleh pemimpin dan para wakil rakyat sebagai manifestasi aspirasi rakyat. Ini juga merupakan tugas dan kewajiban anggota MPR memasyarakatkan empat pilar MPR RI,” tegas Anita Gah, politisi Partai Demokrat ini

Saat ini, menurut dia,  bangsa Indonesia sedang terpuruk, karena goyahnya pondasi 4 Pilar Kebangsaan; Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Ia mengatakan, aspirasi kaum muda bias disalurkan dengan banyak cara yang efektif, baik dengan e-mail dan media social,  dengan menjadi subyek dan belajar dengan sungguh, menghargai orang tua, sesama dan pemerintah. Juga, tanggap dengan kondisi sekeliling dan harus menyaring informasi di media sosial.

Kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini dilaksanakan dengan lugas dan diwarnai permainan tanya jawab dan lagu lagu perjuangan.

“Landasan kebangsaan kaum muda adalah keluarga, lakukan dengan menghormati, menghargai dan mencintai orang tua. Bagaimana kaum muda mau menghargai bangsa jika orang tua tidak dihargai dan dicintai. Harus sadar dan merasa penting sebagai warga bangsa Indonesia dengan menjaga keutuhan NKRI dan harus dimulai dari diri sendiri.  Kedaulatan ada di tangan rakyat termasuk kaum muda,” tandas Anita memberi spirit kepada kaum muda.

Menurut dia, kaum muda juga harusmerespon aktif  eksploitasi terhadap anak-anak dalam dunia kerja yang belum pantas dikerjakan oleh anak-anak. “Hilangkan aktifitas menggunakan media social, ganti dengan mencari dan membaca informasi dan berita positif. Kaum muda harus aktif dan gencar membuka peluang usaha sendiri dengan tidak terpaku menjadi karyawan atau pegawai,” imbuh Anita.

Filmon Polin mengatakan, Hak Asasi Manusia (HAM) belum maksimal diterapkan karena belum adanya Pengadilan Khusus HAM.  “Etika terkait baik dan buruk, moral terkait benar dan salah, kaum muda harus punya budi pekerti luhur. Kaum muda harus belajar dan mempunyai jiwa kerja dan percaya diri untuk bisa berusaha sendiri,” saran dia.  (rony)