Pilihan Terbaik Hanya WINNERS Nomor 3

by -108 views

Kampanye akbar Pilkada Lembata yang begitu meriah telah selesai. Janji-janji manis yang telah terucap makin memberi pilihan pasti kepada rakyat Lembata pada 15 Pebruari 2017. Rakyat pun mulai mengerti mana pilihan terbaik. Semua pasangan calon tampil memukau dengan massa yang menyemut. Tapi pengurus DPP PAN, Ahmad Yohan, berpendapat, pilihan terbaik untuk rakyat Lembata hanya pada pasangan Lukas Lipataman Witak-Ferdinand Leu, atau yang populer dengan sandi politik WINNERS.

RABU, 1 Pebruari 2017. Langit Kota Lewoleba berkabut tebal. Hujan mengguyur kota itu, tapi tak sedikitpun mengurungkan niat para simpatisan dan pendukung pasangan WINNER untuk menghadiri kampanye akbar di lapangan Harnus, kawasan Pelabuhan Lewoleba. Massa sangat antusias hadir mendengarkan pencerahan politik dari para jurkam. Para jurkam dari PAN dan Partai Demokrat memberikan nuansa berbeda dari pasangan calon lainnya, dan inilah kelebihan dan keunggulan paket WINNERS yang selalu memberikan pendidikan politik untuk mencerdaskan masyarakat Lembata, agar pada saatnya memilih pemimpin yang tepat, yang peka terhadap aspirasi masyarakat, dan mampu menjalankan roda pemerintahan dengan prinsip ‘good government and good governance’.

Ahmad Bumi, politisi asal Kedang mengatakan, pilihan terbaik hanya paket WINNERS karena beberapa alasan prinsip. Pertama, karena ppaket WINNERS memiliki Ilmu Kepiting. “Makna filosofisnya bahwa meski sudah berjalan ke depan, tapi selalu saja melihat ke belakang,” kata putra Kedang ini ketika menjadi orator di panggung kampanye WINNERS di lokasi HARNUS, Rabu lalu.

Kedua, karena paket WINNER memiliki Ilmu Burung Elang, yang mengandung makna filosofi bahwa meski berada jauh di atas tapi selalu saja melihat ke bawah. “Kedua ilmu hanya dimiliki oleh paket WINNERS, tidak ada pada paket lain,” tegas mantan anggota DPRD Lembata ini.

“Selain memiliki dua ilmu itu, keunggulan lain paket WINNERS karena kesantunan, keramahan, tidak arogan dan sangat komunikatif. Ini dibuktikan dengan memberlakukan hari Sabtu sebagai hari khusus kepada rakyat Lembata untuk bisa bertemu langsung dengan bupati dan wakil bupati, menyampaikan aspirasinya tanpa harus melalui perantara atau prosedur baku pemerintahan,” beber Ahmad Bumi, seraya mengajak rakyat Lembata masuk TPS pada 15 Pebruari 2017 mencoblos Nomor 3..

Orator lainnya, Ahmad Yohan, dari DPP Partai Amanat Nasional (PAN), berkata , sudah saatnya masyarakat Lembata sadari, bahwa Pilkada tak cuma memilih penguasa, tapi memilih pelayan masyarakat. Jadi masyarakat tak perlu mengelu-elu pemimpin, apalagi menggendong layaknya perlakukan orang-orang terdahulu terhadap para raja dan bangsawan.

“Sudah saatnya kita memilih pemimpin Lembata yang lahir, tumbuh besar dan mengerti persoalan Lembata. Bukan memilih pemimpin yang cuma mau berburu kekuasaan di Lembata, tapi pajak kekayaan dan asetnya diberikan ke daerah lain di luar NTT. Pemimpin Lembata ke depan, adalah pemimpin yang mampu merawat iklim politik antara eksekutif dan legislatif yang kondusif. Bukan pemimpin yang selama lima tahun, berseteru politik dengan legislatif yang pada akhirnya, pembangunan sektor ekonomi berbasis pertanian, nelayan dan peternakan dalam rangka meningkatkan pendapatan rumah tangga di Lembata tersandera oleh perkelahian politik yang tak berujung,” tandas jurkam nasional yang juga Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) ini.

Pius Rengka, Ketua DPD Demokrat NTT, dalam orasi politiknya menyampaikan bahwa tidak benar kalau ada calon bupati tertentu yang mengatakan karena mereka diusung oleh partai pemerintah maka sudah pasti proposal yang diajukan ke pusat langsung diterima dan ditindaklanjuti.

“Pernyataan itu sangat bodoh dari seorang calon bupati karena dianggap tidak mengerti sistem pemerintahan. Kenapa? Karena negara Indonesia adalah negara kesatuan, dimana ribuan pulau termasuk Lembata merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan dari NKRI. Presiden adalah pemimpin Indonesia, bukan pimpinan partai tertentu, jadi tidak ada diskrimasi. Siapapun bupatinya dan apapun partainya Presiden siap membantu untuk percepatan pembangunan, apalagi fokus Pemerintahan Pusat saat ini adalah percepatan pembangunan di wilayah Indonesia Timur termasuk Lembata,” tegas tokoh kritis, mantan anggota DPRD NTT ini.

“Karena kalian (Lukas Witak-Ferdy Leu) adalah putera terbaik pilihan masyarakat Lembata, maka berilah pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Jangan hanya karena rakus kekuasaan anda menggunakan retorika semu untuk membodohi masyarakat. Masyarakat adalah kita, kita adalah masyarakat,” Pius menambahkan.

Calon wakil bupati, Ferdinandus Leu, dalam orasinya memaparkan program tiga tungku. Menurut dia, tiga tungku adalah program konkrit Winners dalam mendorong peningkatan pendapatan rumah tangga warga Lembata; yakni, kerja-kerja mikro yang kelak berdampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Kalau pendapatan masyaraat bagus, mereka bisa memperoleh asupan gizi yang maksimal dan mampu menyekolahkan anak. Karena itu, ‘program tiga tungku’ adalah suatu gerakan sosial dalam mewujudkan cita-cita pemerintahan Lembata di bawah kepemimpinan Winners,” tegas Ketua DPC Partai Demokrat Lembata ini.

Ia juga mengajak rakyat Lembata untuk satu hati (ta’an to’u) mewujudkan Lembata Bersih, Lembata hebat dan Lembata Berjaya, dengan melanjutkan aspirasi masyarakat yang tertunda karena konflik kepentingan yang tak berkesudahan.

“Dengan melakukan gerakan sosial progresif dalam kerja-kerja mikro program tiga tungku, paket Winners mewakili aspirasi rakyat kecil. Mereka, paket Winners, adalah representasi rakyat kecil dengan visi dan misi yang lahir dari kondisi objektif masyarakat Lembata,” kata Ahmad Yohan.

Sementara itu, jurkam Yohannes Lake atau yang lebih dikenal dengan nama Jhon Lake mengawali orasi politiknya dengan melakukan klarifikasi. Karena namanya dicantumkan dalam daftar nama juru kampanye paket tertentu tanpa sepengetahuan dan seizin dirinya. “Saya ingin menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat Lembata, bahwa saya adalah Juru Kampanye paket WINNERS Nomor Urut 3, bukan juru kampanye paket lain. Memang saya pernah ditelpon, dan saya sampaikan, ‘Reu, saya tidak ada bahasa untuk mempromosikan reu supaya dipilih lagi oleh masyarakat Lembata. Lima tahun kepemimpinan reu Lembata ini menjadi semakin panas. Demonstrasi terjadi dimana-mana. Masyarakat baru mau demo, reu sudah kabur tinggalkan Lembata. Perseteruan antara reu dengan wakil, konflik antara reu dengan legislatif sangat tidak memberikan contoh yang baik kepada masyarakat Lembata. Pilihan saya di paket WINNERS, karena hanya paket ini yang peka terhadap aspirasi masyarakat, tulus, santun, terbuka dan mampu menyelesaikan konflik,” ungkap mantan politisi DPRD NTT yang juga putra Kedang ini. (jdz)