Pendamping Desa dari Tiga Kabupaten Ikut Tes Lanjutan di Ende

by -95 views

Ende, mediantt.com – Bertempat di aula STPM Sta Ursula Ende, sebanyak 1.506 pendamping lokal desa yang berasal dari Kabupaten Ende, Ngada dan Nagekeo ,Senini (14/12)  mengikuti test ujian pendampingan. Pelaksanaan ujian berlangsung aman dan tertip.
Kepala BPMPD Ende Johanes Nislaka mengatakan, pelaksanaan ujian tersebut  diperuntukan bagi tiga kabupaten yakni  kabupaten Ende,Nagekeo dan Ngada.Dsebutkan  peserta yang mengikuti tes  yakni sebanyak 1506 orang ini setelah mereka lulus seleksi administrasi beberapa waktu yang lalu.
“Yang ikut tes ini mereka  yang sudah lulus seleksi administrasi 1.506 dan kini  mengikuti tes lanjutan dan pesertanya berasal dari tiga kabupaten yakni  dari kabupaten Ende,Ngada dan Nagekeo”kata Nislaka.Dia mengatakan  untuk kabupaten Ende sendiri yang lulus seleksi administrasi berjumlah 498 orang,sementara  kabupaten Ngada 256 orang dan Nagekeo sebanyak 202 orang peserta.
Nislaka mengatakan, dari 1.506 peserta yang mengikuti ujian akan memperebutkan 135 tempat,  dengan rincian kabupaten Ende 71 peserta, Ngada 38 orang dan Nagekeo sebanyak 26 peserta.
Manatan camat Maukaro ini menyebutkan, pelaksanaan testing dilakukan oleh konsorsium dari BPMPD Propinisi dan dari ketiga kabupaten yakni Ende,Ngada dan Nagekeo serta oleh Kementrian Desa. Kata dia, materi yang diuji yakni penguasaan terhadap Undang-Undang Desa Nomor 6, proses kerja para pendamping misalnya memahami karakter desa , pembuatan APBDes.
“Karena itu kita lakukan tes dan tidak ada titip titipan dari siapa saja, tidak ada neko-neko, hasilnya  sesuai dengan hasil yang mereka kerjakan,” ujar Nislaka, dan mengatakan, para pendamping desa ini pesertanya ada dari tenaga kontrak daerah, kontrak komite, bahkan ada yang berasal dari tenaga kesehatan. “Ada juga dari mantan fasilitator PNPM dan dari BPD,” kata Nislaka.
Ketua Komisi I DPRD Ende Antonius  Yohanes Bata mengatakan, mestinya kelulusan para pendamping desa adalah putera daerah, karena mereka sudah memahami karakter masyarakat yang ada.
“Bukan maksud apa-apa tapi alanglah baiknya putra daerah sendiri karena sudah paham karakter masyarakat dan budaya. Kalau dari luar mereka mesti belajar lagi,” sebut Johanes Bata yang biasa disapa Aries ini.
Politisi PDIP ini menambahkan, dalam seleksi pendamping desa harus menghindari unsur kedekatan dan kekerabatan dan meloloskan mereka, namun mesti benar-benar murni sesuai dengan hasil yang dicapai.
“Jangan ada titipan, jagoan-jagoan dari orang tertentu. Ini berbahaya apalagi jika berhadapan dengan masyarakat di desa dia tidak bisa apa-apa karena titipan tersebut,” kata Aries yang juga Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan ini. (ale)