Sejarah Baru di Lamalera A, Yoakim Dasion Dilantik Jadi Kades di Beranda Rumah Adat Lewotukan

oleh -187 Dilihat

Sejarah baru tercipta di Desa Lamalera A, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata. Untuk pertama kalinya, pelantikan kepala desa digelar di beranda Rumah Besar Lewotukan, salah satu suku utama dalam tatanan adat Lamalera. Di tempat yang sarat makna itu, Bupati Lembata Kanis Tuaq melantik Yoakim Dasion sebagai Kepala Desa Antar Waktu Lamalera A periode 2021-2029, Selasa (8/9/2026).

LAMALERA – Seorang putra suku Lewotukan, Yoakim Dasion, resmi dilantik sebagai Kepala Desa Antar Waktu Lamalera A periode 2021-2029 oleh Bupati Lembata Kanis Tuaq, Selasa (8/9/2026).

Rumah adat Lewotukan.

Pelantikan ini menjadi momen istimewa karena untuk pertama kalinya digelar di beranda Rumah Besar Lewotukan, salah satu suku utama dalam struktur adat Lamalera yang dikenal sebagai bagian dari Lika Telo atau “tiga batu tungku” bersama suku Blikololong dan Bataona.

Yoakim Dasion bukan sosok asing bagi masyarakat Lamalera. Pensiunan guru ini merupakan cucu mendiang Kakang Bao Dasion dan putra dari mantan Kepala Desa Lamalera A, Thomas Kiwang Dasion (alm). Ia mewarisi jejak kepemimpinan dari keluarga besar Lewotukan yang selama ini memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan adat masyarakat setempat.

Ratusan warga memadati lokasi pelantikan untuk menyaksikan momen bersejarah tersebut. Dukungan dan harapan masyarakat pun mengalir kepada kepala desa yang baru.

“Bapa Yoakim Dasion, di pundakmu kami ribu ratu, nara kajak menaruh harapan,” ujar Valen Tukan, warga Lamalera A.

Bupati Kanis Tuaq bersama rombongan tiba di Lamalera sekitar pukul 14.00 WITA dan diterima secara adat di Levo Nuba, halaman depan Rumah Besar Blikololong. Tempat sakral itu merupakan pusat berbagai ritual adat masyarakat Lamalera, sebelum rombongan bergerak menuju Rumah Besar Lewotukan untuk prosesi pelantikan.

Disaksikan para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan Pastor Paroki Lamalera, Yoakim Dasion mengucapkan sumpah jabatan dengan lantang. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pembawa acara berbagai kegiatan besar di Lembata itu berjanji menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Bahwa saya akan menjalankan kewajiban saya selaku kepala desa pengganti antar waktu dengan sebaik-baiknya, sejujur-jujurnya, dan seadil-adilnya,” ucap Yoakim dalam sumpah jabatannya.

Kades Yoakim bersama tuan tanah.

Dalam arahannya, Bupati Kanis Tuaq meminta kepala desa yang baru segera bekerja melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan kelompok atau pilihan politik.

“Jaga persatuan, hindari konflik dan polemik, serta bangun kerja sama dengan seluruh warga demi kemajuan desa,” pesan Kanis.

Pesan itu sejalan dengan komitmen yang pernah disampaikan Yoakim Dasion usai memenangkan Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu pada 9 Juni 2026 lalu.

Kala itu, ia tidak banyak mengumbar janji politik. Dengan sederhana ia menyampaikan pesan yang kemudian banyak dikenang warga.

“47 suara bukan sekadar angka kemenangan. Ini utang ke levo. Saya terpilih bukan untuk satu kubu. Kalau saya salah jalan, tolong tarik saya pung tangan. Kalau saya lupa, tolong ingatkan,” ujarnya.

Kini, tugas besar menanti Yoakim Dasion. Selain menjalankan program pembangunan desa, ia juga diharapkan mampu merajut kembali persatuan seluruh warga pasca-pemilihan serta menghadirkan berbagai terobosan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lamalera A.

Sebelumnya, dalam Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu yang berlangsung pada 9 Juni 2026, Yoakim Dasion meraih 47 suara dan unggul atas Arnoldus Gesi yang memperoleh 31 suara. Hasil pemilihan diterima seluruh warga tanpa sengketa maupun protes, menandai proses demokrasi desa yang berlangsung damai dan bermartabat. (jdz)