Satu Abad Santa Anna di Lamalera: Jejak Iman yang Menyatukan Generasi

oleh -756 Dilihat

Gereja St Petrus dan Paulus Lamalera.

Perayaan satu abad Santa Anna di Paroki Lamalera, Lembata, menjadi saksi perjalanan iman umat Katolik yang diwariskan lintas generasi selama 100 tahun.

KAMPUNG nelayan tradisional Lamalera akan menjadi saksi sebuah peristiwa iman bersejarah. Umat Keuskupan Larantuka, khususnya Dekenat Lembata, tengah mempersiapkan diri menyambut Perayaan Satu Abad Santa Anna, sebuah momentum yang menandai 100 tahun perjalanan Kongregasi Santa Anna dalam merawat iman, pelayanan, dan persaudaraan di Pulau Lembata.

Perayaan akbar ini dipusatkan di Paroki Santo Petrus dan Paulus Lamalera, salah satu pusat awal penyebaran Gereja Katolik di Lembata.

Sejak Kamis, 23 Juli hingga puncaknya pada Minggu, 26 Juli 2026, sekitar 700 lebih mama-mama Santa Anna se-Dekenat Lembata akan berkumpul dan tinggal bersama di Lamalera dalam semangat doa, refleksi, serta perayaan iman.

BAFA LOFE; Pintu gerbang masuk Lamalera dari laut.

Lebih dari sekadar peringatan usia, satu abad Santa Anna menjadi penegasan bahwa iman yang diwariskan para pendahulu tetap hidup dan terus berakar di tengah masyarakat pesisir yang dikenal dengan tradisi maritim dan budaya Lamalera yang mendunia.

Sejarah mencatat, sejak awal karya misi Societas Verbi Divini (SVD) pada awal abad ke-20, para misionaris membangun berbagai kelompok kategorial untuk memperkuat kehidupan menggereja. Salah satu yang kemudian berkembang dan memberi pengaruh besar adalah Kongregasi Santa Anna, yang menjadi wadah pembinaan rohani bagi kaum ibu dan perempuan Katolik.

Selama satu abad, para anggota Santa Anna tidak hanya menjadi pendoa dalam keluarga, tetapi juga menjadi penjaga nilai-nilai kasih, pendidikan iman anak-anak, serta pelayan tanpa pamrih dalam kehidupan menggereja. Dari tangan para ibu inilah banyak generasi Katolik Lembata dibesarkan dalam semangat Injil.

Pemilihan Lamalera sebagai pusat perayaan memiliki makna historis yang mendalam. Paroki Santo Petrus dan Paulus merupakan salah satu paroki tertua di Lembata dan menjadi bagian penting dari perjalanan evangelisasi di wilayah Keuskupan Larantuka.

Pantai “Galilea” Lamalera.

Di kampung yang dikenal dunia karena tradisi perburuan paus secara tradisional itu, sejarah budaya dan sejarah Gereja tumbuh berdampingan. Nilai gotong royong, solidaritas, penghormatan terhadap kehidupan, dan iman Katolik telah membentuk identitas masyarakat Lamalera selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Perayaan Satu Abad Santa Anna juga bertepatan dengan pesta liturgi Santa Anna dan Santo Yoakim, orang tua Santa Perawan Maria, yang setiap tahun diperingati Gereja Katolik sedunia pada 26 Juli. Keduanya dikenang sebagai teladan keluarga yang menanamkan iman kepada generasi berikutnya, sebuah nilai yang tetap relevan hingga saat ini.

Karena itu, peringatan ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan juga menjadi momentum memperbarui komitmen kaum ibu Katolik untuk terus menjadi pelita keluarga, pendidik pertama iman anak-anak, serta penggerak kehidupan umat di tengah perubahan zaman.

Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak, semangat Santa Anna mengingatkan bahwa kekuatan Gereja tidak hanya dibangun melalui gedung dan organisasi, tetapi terutama melalui keluarga-keluarga yang tetap setia memelihara iman dari generasi ke generasi.

Ketika ratusan mama Santa Anna berkumpul di Lamalera, yang dirayakan sesungguhnya bukan hanya perjalanan seratus tahun sebuah kongregasi, melainkan kisah panjang tentang kesetiaan, pengorbanan, pelayanan, dan kasih yang terus menghidupi Gereja di Pulau Lembata. (jdz)