Raih Penghargaan Nasional Terbaik I Penurunan Pengangguran, Lembata Terima Apresiasi Rp3 Miliar

oleh -249 Dilihat

Bupati Kanis Tuaq menerima apresiasi dan Penghargaan Nasional Terbaik I Penurunan Pengangguran.

SENGGIGI, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah meraih penghargaan Terbaik Pertama Regional Nusa Tenggara dan Maluku, dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., dalam kegiatan yang berlangsung di Merumatta Hotel Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ajang ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang dinilai berhasil dalam pengendalian inflasi, penurunan pengangguran, penurunan kemiskinan dan stunting, hingga inovasi pembiayaan pembangunan daerah.

Dalam kategori Penurunan Tingkat Pengangguran, Kabupaten Lembata berhasil meraih posisi Terbaik Pertama tingkat kabupaten, mengungguli Kabupaten Alor sebagai Terbaik Kedua dan Kabupaten Sikka di posisi Terbaik Ketiga.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata efektivitas berbagai program Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memperluas lapangan kerja dan memberdayakan ekonomi masyarakat.

Penilaian penghargaan dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan kualitas perencanaan program, dukungan anggaran, capaian penurunan angka pengangguran, keberlanjutan program, serta inovasi daerah di bidang ketenagakerjaan.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Lembata juga menerima Apresiasi Pemerintah Daerah dari Kementerian Dalam Negeri senilai Rp3 miliar yang diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago.

Prestasi nasional ini sekaligus menjawab berbagai keraguan terkait kinerja pemerintah daerah dalam menangani persoalan pengangguran. Penghargaan dari pemerintah pusat itu diberikan setelah melalui proses penilaian ketat, validasi lapangan, dan verifikasi langsung terhadap implementasi program di daerah.

Sebelumnya, pada 9 April 2026, Tim Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri melakukan validasi lapangan di Kabupaten Lembata dalam rangka penilaian Innovative Government Award (IGA).

Dalam proses tersebut, tim kementerian memeriksa langsung pelaksanaan program, inovasi daerah, realisasi anggaran, hingga dampak nyata program penurunan pengangguran bagi masyarakat.

“Hasil yang kami lihat bukan sekadar laporan administratif. Apa yang dipaparkan benar-benar terbukti di lapangan,” ujar perwakilan Tim BSKDN Kemendagri.

Tim BSKDN juga mengapresiasi strategi kolaboratif Pemerintah Kabupaten Lembata dalam menekan angka pengangguran melalui sinergi lintas sektor, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga pemberdayaan perempuan dan penguatan tenaga kerja.

Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan komoditas jagung dari hulu hingga hilir. Program tersebut melibatkan masyarakat, pemerintah daerah, perbankan, serta mitra pembeli atau offtaker dalam satu ekosistem pemberdayaan ekonomi terpadu.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menegaskan,keterbatasan anggaran daerah tidak menjadi hambatan untuk terus menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, pemerintah daerah tetap fokus membangun program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi produktif, pelatihan tenaga kerja, serta penguatan kolaborasi lintas sektor.

“Pemerintah akan terus bekerja menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat dan membuka peluang kerja yang lebih luas,” tegasnya.

Penghargaan tingkat nasional ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Lembata terus bekerja secara terukur, terencana, dan berkelanjutan dalam menurunkan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk terus mendukung program pembangunan daerah demi mewujudkan Lembata yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Hasil Kerja Bersama

Pemerintah Kabupaten Lembata menyatakan penghargaan ini menjadi dorongan untuk memperkuat kebijakan pembangunan berbasis masyarakat.

Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq dan Wakil Bupati H. Muhamad Nasir menegaskan, penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat Lembata. Ini bukan sekadar prestasi pemerintah daerah, tetapi bukti bahwa kolaborasi mampu menghasilkan perubahan nyata.

“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lembata, seluruh pimpinan OPD, ASN, PPPK, pihak swasta, serta seluruh elemen masyarakat Lembata atas kerja keras, dukungan, kebersamaan, dan kolaborasi dalam membangun daerah tercinta ini,” kata kedua pemimpin daerah tersebut.

Pemkab Lembata menegaskan, dana apresiasi yang diterima akan diarahkan untuk memperkuat program pelatihan kerja, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan sektor unggulan daerah.

“Kami akan memastikan dana ini dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” tegas Bupati Kanis Tuaq.

Dalam sambutannya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan bahwa tujuan daerah mendapatkan apresiasi dan insentif fiskal untuk dimanfaatkan pada berbagai pos anggaran termasuk Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Penghargaan insentif fiskal ini kita berikan untuk memberikan apresiasi sekaligus tambahan fiskal bagi daerah-daerah yang APBD-nya kecil. Dana ini digunakan untuk kepentingan daerah dan dapat dimanfaatkan pada berbagai pos anggaran, termasuk Belanja Tidak Terduga (BTT),” kata Tito Karnavian.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolkam) Djamari Chaniago turut memberikan apresiasi kepada daerah-daerah yang berprestasi.

“Saya kira tidak ada satu prestasi bisa kita capai tanpa ada keberanian untuk melangkah. Diawali dengan keinginan, kemudian kita bersama-sama berani melangkah,” kata Djamari Chaniago.

Lanjutnya, “Apa yang didapati ini adalah untuk kebaikan, kebaikan untuk daerahnya masing-masing! Karena apapun pengabdian kita, ujungnya adalah untuk kepentingan kesejahteraan bangsa ini, Kesejahteraan masyarakat kita.”

Keberhasilanini menjadi penanda bahwa daerah kepulauan mampu bersaing di tingkat nasional melalui inovasi kebijakan dan penguatan sektor ekonomi lokal yang berdampak langsung bagi masyarakat. (Lakonawa/Prokompimkablembata)