PT Tirta Teknosys Survei Lima Lokasi Potensial untuk Bangun Pabrik AMDK di Lembata

oleh -105 Dilihat

LEWOLEBA, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata terus berupaya mengatasi persoalan akses air bersih berkualitas yang masih menjadi tantangan utama di wilayah tersebut.

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, mendampingi tim PT Tirta Teknosys dalam survei lokasi rencana pembangunan pabrik Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Kegiatan survei dilakukan di lima titik potensial, yaitu Benawa, Loang, Waijarang, Eropaun, dan Wulandoni.

Tujuan utama adalah mengevaluasi ketersediaan sumber air baku, aksesibilitas lokasi, kondisi lingkungan, serta kelayakan teknis secara keseluruhan sebagai langkah awal investasi.

Untuk diketahui, PT Tirta Teknosys, perusahaan nasional dengan pengalaman lebih dari 35 tahun di sektor pengolahan air bersih, pengelolaan limbah, dan teknologi terkait, telah aktif sejak 1989.

Sejak 2006, perusahaan ini juga mengembangkan layanan di bidang kesehatan (healthcare).

Perusahaan ini tercatat sebagai anggota Water Quality Association (WQA), American Water Works Association (AWWA), Regional Institute of Environmental Technology, serta Association for the Advancement of Medical Instrumentation (AAMI) sejak 2014, lengkap dengan berbagai sertifikasi ISO.

Dalam survei lapangan yang dilakukan pada 20 Januari 2026, tim perusahaan mengambil sampel air dari mata air dan sumur bor di kelima lokasi. Sampel tersebut akan dianalisis di laboratorium untuk menentukan kualitas air dan kesesuaiannya sebagai bahan baku AMDK berkualitas tinggi.

Bupati Kanis menjelaskan secara rinci kepada rombongan mengenai kondisi geografis Kabupaten Lembata, jarak antar-lokasi, jumlah desa serta penduduk yang berpotensi terlayani, dan ketersediaan lahan di sekitar titik survei.

Ia menegaskan, keterbukaan pemerintah daerah terhadap investasi yang berdampak positif pada peningkatan pelayanan dasar, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Seperti diketahui, persoalan air bersih di Lembata memang masih menjadi perhatian serius. Banyak sumber air di wilayah ini mengandung zat kapur (kalsium) yang tinggi, yang jika dikonsumsi jangka panjang tanpa pengolahan memadai berpotensi menimbulkan risiko kesehatan seperti batu ginjal, gangguan pencernaan, serta penumpukan mineral di tubuh.

Beberapa pihak, termasuk tokoh masyarakat dan pejabat setempat, telah menyuarakan kekhawatiran bahwa kondisi ini bisa menjadi ‘bom waktu’ bagi kesehatan generasi muda jika tidak ditangani secara baik dan berkelanjutan sejak sekarang.

Usai survei, Bupati mengajak rombongan PT Tirta Teknosys mengunjungi Bukit Cinta untuk memperkenalkan potensi alam dan keindahan Kabupaten Lembata, sekaligus menyoroti peluang investasi berkelanjutan di daerah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Lembata berharap survei ini segera membuahkan hasil lanjutan, sehingga pembangunan pabrik AMDK dapat terealisasi.

Kehadiran fasilitas ini diharapkan tidak hanya menyediakan air minum berkualitas tinggi, tetapi juga jadi solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah air bersih ber-zat kapur tinggi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja dan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal. (Lakonawa/prokompimkablembata)