Perkuat Konsolidasi, Golkar NTT Tunjuk Empat Plt Ketua DPD II

oleh -375 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi menunjuk empat Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD II untuk memimpin roda organisasi di sejumlah kabupaten.

Keempat Plt yang ditunjuk yaitu Laurensius Leba Tukan sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Flores Timur, Jerry Manafe sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kupang, Vinsenius Bureni sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan Maria Yashinta Dewi Maku Djawa sebagai Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Langkah strategis ini diambil guna memastikan penguatan internal partai berjalan maksimal menjelang agenda politik mendatang.

Surat Keputusan diserahkan langsung oleh Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Alain Niti Susanto, didampingi Sekretaris DPD I Partai Golkar NTT, Welhelmintje S. Libby Sinlaeloe, di Kantor DPD I Golkar NTT, Sabtu (4/7/2026).

Dalam SK tersebut, para Plt ditugaskan untuk menjalankan tugas-tugas Ketua DPD Partai Golkar di wilayah masing-masing dengan kewenangan terbatas.

“Tugas utama para Plt adalah melakukan konsolidasi organisasi di semua jenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan,” ujar Alain Niti Susanto.

Selain itu, para Plt juga diminta mempersiapkan dan melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kabupaten Flores Timur, TTU, TTS, dan Kabupaten Kupang pada tahun 2026.

Sesuai SK, masa tugas Plt Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Kupang, TTS dan TTU berlaku selama 1 bulan, terhitung sejak tanggal penetapan, hingga terpilihnya Ketua definitif melalui Musda.

“Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan. Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapannya, akan dilakukan perbaikan seperlunya,” jelas Alain.

Langkah penunjukan Plt ini merupakan bagian dari upaya DPD I Golkar NTT, untuk memastikan roda organisasi tetap berjalan, dan konsolidasi partai menguat menjelang agenda politik ke depan. (roy)