Pengurus Jaringan Muro Lembata Dilantik, Adat Pesisir Didorong Jadi Strategi Konservasi

oleh -88 Dilihat

LEWOLEBA, mediantt.com – Pengurus Jaringan Muro Kabupaten Lembata resmi dilantik pada Selasa, 4 Februari 2026, sebagai upaya memperkuat konservasi laut dan pesisir berbasis kearifan lokal di wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada sumber daya laut.

Praktik adat Muro penutupan sementara wilayah laut untuk pemulihan ekosistem kembali didorong setelah sempat melemah akibat tekanan pemanfaatan dan perubahan sosial.

Penguatan Muro dilakukan melalui pendekatan konservasi berbasis komunitas, salah satunya lewat Project PANTAI di lima desa pesisir Kecamatan Ile Ape yang dijalankan Yayasan Bina Sejahtera (YBS) Baru bersama Plan Indonesia, dengan dukungan IUCN dan Global Ecosystem-based Adaptation Fund.

Program ini menempatkan kearifan lokal sebagai bagian dari tata kelola pesisir dan adaptasi perubahan iklim.

Pelantikan di Aula Hotel Palm Lewoleba mengukuhkan legitimasi Jaringan Muro sebagai wadah koordinasi lintas pihak.

Pemerintah daerah menilai Muro sejalan dengan visi pembangunan berwawasan lingkungan, sementara pengurus Jaringan Muro menegaskan komitmen menjalankan edukasi dan pelibatan generasi muda agar konservasi laut berbasis adat berkelanjutan. (Lakonawa)