Wakil Bupati Muh Nasir meninjau lahan pembangunan rumah dinas nakes.
BEAN, mediantt.com – Pemerintah Kabupaten Lembata mulai mengakselerasi rencana pembangunan rumah dinas bagi tenaga kesehatan di wilayah terpencil.
Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, turun langsung ke Desa Bean, Kecamatan Buyasuri, Selasa (26/5), untuk meninjau lokasi yang disiapkan bagi hunian tenaga medis di sekitar UPTD Puskesmas Bean.
Kunjungan ini tak sekadar seremonial. Wabup Nasir datang bersama jajaran lintas sektor, mulai dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, unsur TNI melalui perwira penghubung Kodim Flotim, pimpinan organisasi perangkat daerah teknis, hingga aparat kepolisian dan pemerintah kecamatan.
Di tingkat desa, rombongan disambut Kepala Desa Bean, Syamsuddin Hut, bersama tokoh masyarakat.
Sebelum meninjau lahan, Wabup Nasir menyempatkan diri masuk ke UPTD Puskesmas Bean, fasilitas kesehatan yang menjadi tumpuan layanan warga Buyasuri.
Di sana, ia berdialog dengan tenaga kesehatan. Keluhan yang mengemuka tak jauh dari persoalan klasik, keterbatasan fasilitas, dukungan logistik yang minim, hingga kendala mobilitas tenaga medis di wilayah dengan akses terbatas.
“Persoalan di lapangan harus kita dengar langsung. Pemerintah daerah akan mencari solusi bersama,” kata Wabup Nasir.
Sorotan utama kunjungan ini adalah rencana pembangunan rumah dinas tenaga kesehatan.
Menurut Wabup Nasir, keberadaan hunian yang layak menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlanjutan pelayanan kesehatan di daerah terpencil.
Ia mengapresiasi pemilik lahan, Mhafud, yang telah mendukung rencana tersebut. Namun demikian, persoalan lahan masih menjadi pekerjaan rumah.
Wabup Nasir menegaskan, penyelesaiannya harus dilakukan cepat namun tetap sesuai regulasi.
“Pemerintah hadir bukan untuk menyusahkan masyarakat, tetapi memastikan kepentingan publik tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran, Pemkab Lembata dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit.
Pembangunan infrastruktur dasar, termasuk sektor kesehatan, harus bersaing dengan kebutuhan lain yang tak kalah mendesak.
Karena itu, Nasir menekankan pentingnya perencanaan matang, terutama terkait aksesibilitas lokasi rumah dinas.
“Tenaga kesehatan dituntut bergerak cepat. Kalau akses jalan tidak mendukung, pelayanan juga akan terhambat,” katanya.
Rencana pembangunan rumah dinas di Desa Bean diharapkan menjadi salah satu jawaban atas persoalan distribusi dan retensi tenaga kesehatan di wilayah pinggiran.
Tanpa dukungan fasilitas memadai, bukan hal baru jika tenaga medis enggan bertugas lama di daerah terpencil.
Di sisi lain, masyarakat diminta ikut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban agar proses pembangunan berjalan lancar.
Pemerintah daerah menaruh harapan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk memperbaiki kualitas layanan kesehatan di Buyasuri dan wilayah sekitarnya.
Kunjungan kerja ini menegaskan satu hal, di daerah seperti Lembata, persoalan kesehatan bukan hanya soal tenaga medis, tetapi juga soal infrastruktur, akses, dan keberpihakan anggaran. Tanpa itu, janji pelayanan merata masih akan terus berbenturan dengan realitas di lapangan. (Lakonawa/Prokompimkablembata)
