NTT Tuan Rumah IPACS 2025, Gubernur Melki Pastikan 17 Negara Pasifik Hadir

oleh -254 Dilihat

KUPANG, mediantt.com – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi tuan rumah helatan Indonesia Pacific Cultural Synergy (IPACS) 2025, yang digelar di Hotel Harper Kupang, pada 11-13 November 2025. Acara ini digelar oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia ini akan dihadiri 17 negara di kawasan Pasifik, termasuk Timor Leste.

Dalam jumpa pers, Senin (10/11), Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan rasa bangganya karena NTT terpilih menjadi tuan rumah pertemuan internasional bergengsi ini.

“Acara ini diselenggarakan oleh Kemendikbudristek dan kebetulan dipilih langsung oleh Menteri untuk dilaksanakan di Provinsi NTT. Kapan lagi kita menjadi tuan rumah untuk event sepenting ini? NTT adalah pintu gerbang menuju Pasifik, karena itu tepat jika kegiatan IPACS diadakan di sini,” ujar Gubernur Melki.

Wakil Gubernur NTT menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memberikan pengamanan maksimal bagi seluruh delegasi internasional.

“Kami memastikan keamanan dari bandara, hotel, hingga lokasi kegiatan. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat NTT dapat menyambut acara ini dengan ramah dan ikut menjaga keamanan serta ketertiban, agar citra positif NTT dan Indonesia tetap baik di mata dunia,” ungkapnya.

Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan (DPKSK) Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Endah Triastuti D. Retnoastuti menjelaskan, pelaksanaan IPACS menjadi momentum penting bagi Indonesia memperkuat hubungan budaya dengan negara-negara di kawasan Pasifik.

“Selama ini kerja sama Indonesia dengan negara-negara Pasifik masih terbatas. Padahal kita memiliki banyak kesamaan, baik dari sisi budaya, sumber daya alam, maupun tradisi. Melalui IPACS, kita ingin memperluas pengaruh dan mempererat hubungan Indonesia dengan negara-negara tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, kerja sama ini juga menjadi wadah untuk menghadapi tantangan bersama, seperti perubahan iklim yang berdampak pada negara-negara kepulauan di kawasan Pasifik.

“Laut Pasifik tidak seharusnya menjadi pemisah, tetapi menjadi penghubung yang menyatukan kita,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, panitia akan menyajikan berbagai pertunjukan budaya khas NTT, termasuk musik sasando, tari-tarian daerah, serta penampilan istimewa dari pelajar SMA di Kupang.

Selain itu, akan ada pameran pemajuan kebudayaan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan NTT, workshop budaya, dan panggung hiburan yang terbuka untuk masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami berharap warga Kupang, terutama anak-anak muda, dapat hadir dan meramaikan acara ini. Kegiatan IPACS menjadi momentum penting untuk memperkenalkan budaya NTT ke dunia,” kata Endah.

Wakil Gubernur NTT, Jonni Asadoma menegaskan akan memberikan pengawalan yang maksimal kepada seluruh delegasi, sejak tiba di bandara sampai pelaksanaan kegiatan.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat kita antusias menyambut event internasional yang luar biasa ini dan sama-sama kita menjaga keamanan dan keselamatan, ketertiban dan kelancaran acara ini,” katanya. (roy)