Merawat Kohesi Sosial: Pesan Persatuan Bupati dan Wabup Lembata di Selandoro

oleh -11 Dilihat

LEWOLEBA, mediantt.com – Masjid Nur Salam di Selandoro, Lewoleba, Lembata, menjadi ruang refleksi mendalam saat acara Halal bihalal yang digelar pada Sabtu (18/4/2026) malam.

Kehadiran Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dan Wakil Bupati, H. Muhamad Nasir, melampaui formalitas birokrasi, di mana keduanya hadir sebagai bagian dari masyarakat untuk merajut kembali simpul-simpul persaudaraan yang sempat merenggang akibat dinamika sosial dan rutinitas tugas.

​Momen simbolis terjadi saat kedua pemimpin tersebut naik ke panggung bersamaan, menyiratkan pesan kuat mengenai keselarasan kepemimpinan di tanah Lomblen.

Bupati Kanis Tuaq, dalam sambutan personalnya, menekankan bahwa perbedaan pandangan seharusnya menjadi kekuatan kolektif, bukan pemisah.

Ia mengajak masyarakat menjadikan persatuan sebagai fondasi utama untuk menghadapi tantangan daerah serta tidak kehilangan harapan di tengah berbagai keterbatasan.

​Melengkapi narasi tersebut, Wakil Bupati H. Muhamad Nasir membedah urgensi ukhuwah insaniyah sebagai basis kohesi sosial di tengah arus modernitas.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga penguatan literasi sosial dan kesadaran kolektif.

Ia menegaskan, nilai-nilai kemanusiaan harus menjadi jangkar moral agar warga tidak kehilangan arah di tengah perubahan zaman yang serba cepat.

​Dari sisi pengorganisasian, Ketua Panitia Mashuri D. Sina dan Ketua Badan Pengurus Masjid Baktiar Azis menekankan peran strategis masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda dan ruang edukasi.

Hal ini dipertegas oleh tausiyah Ustadz Abdul Rahman Ladopurap yang menyebut halal bihalal sebagai momentum untuk ‘mengurai yang kusut dan menyambung yang retak,’ demi melapangkan pintu keberkahan dan keharmonisan sosial.

​Acara yang dihadiri jajaran Forkopimda dan tokoh lintas sektoral ini berakhir bukan sekadar sebagai seremoni tahunan, melainkan sebagai komitmen bersama untuk merawat persaudaraan.

Pesan dari Selandoro ini menegaskan, kekuatan sejati masyarakat Lembata terletak pada kemampuan mereka menjaga silaturahmi yang autentik sebagai modal dasar pembangunan yang berkelanjutan. (Lakonawa/Prokompimkablembata)